- Home
-
- Entertainment
-
- Karier Terancam! Seruan ...
Karier Terancam! Seruan Boikot Denada Menggaung Usai Pengakuan Ressa Rosano
Kamis, 29 Jan 2026, 13:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Gelombang reaksi publik terus bergulir setelah kemunculan Ressa Rosano yang mengaku sebagai anak kandung Denada. Pengakuan tersebut, yang disampaikan melalui podcast Denny Sumargo, tidak hanya membuka kisah lama yang selama ini tertutup, tetapi juga memantik emosi warganet.
Salah satu respons paling mencolok adalah munculnya seruan untuk memboikot Denada, bahkan hingga ke stasiun televisi yang masih menayangkan keterlibatannya.
Di media sosial, kolom komentar dipenuhi ungkapan kekecewaan dan kemarahan. Sejumlah warganet menilai sikap Denada dalam cerita yang disampaikan Ressa terlalu sulit untuk diterima secara moral. Mereka menganggap luka batin yang dialami Ressa sejak kecil tidak sebanding dengan citra publik Denada selama ini.
Komentar bernada boikot pun bermunculan. Ada yang secara terang-terangan menyerukan agar acara yang melibatkan Denada tidak lagi ditonton. âBoikot aja TV-nya, jangan ditonton kalau ada Denadanya,â tulis salah satu warganet. Ada pula yang secara spesifik menyasar stasiun televisi tertentu dengan ajakan serupa.
Tak sedikit pula komentar yang menyinggung soal karier Denada. Beberapa warganet menilai kesedihan Denada yang terlihat di ruang publik lebih dipengaruhi ketakutan akan meredupnya karier akibat reaksi publik.
âNangis takut karier redup kena boikot,â tulis seorang pengguna media sosial, mencerminkan kecurigaan yang berkembang di kalangan netizen.
Namun, gelombang boikot ini tidak sepenuhnya berjalan satu arah. Di tengah derasnya kecaman, muncul pula suara-suara yang mempertanyakan keadilan dari seruan boikot tersebut. Sebagian warganet mengingatkan bahwa persoalan ini adalah konflik keluarga yang kompleks dan seharusnya tidak serta-merta diseret ke ranah profesional.
âAda juga yang nanya, kenapa harus diboikot?â tulis seorang netizen, menandakan adanya keraguan atas langkah kolektif tersebut. Beberapa pihak merasa empati seharusnya diberikan kepada semua pihak, termasuk Denada, tanpa harus menjatuhkan sanksi sosial berupa boikot.
Meski demikian, simpati publik terlihat lebih banyak mengalir kepada Ressa. Kisah tentang masa kecilnya, rasa kehilangan figur ibu, hingga perlakuan yang dialami oleh ibu angkatnya, Bu Ratih, membuat banyak orang merasa tergerak. Bagi mereka, seruan boikot dianggap sebagai bentuk solidaritas terhadap Ressa dan ekspresi kekecewaan terhadap sikap Denada.
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh pengakuan personal di era media sosial. Satu cerita dapat dengan cepat membentuk opini massal dan berdampak langsung pada citra publik seorang figur terkenal.
Terlepas dari pro dan kontra, seruan boikot Denada menjadi bukti bahwa publik kini tidak hanya menonton, tetapi juga aktif menilai dan bereaksi.
Ke depan, sorotan terhadap Denada diprediksi masih akan berlanjut. Apakah gelombang boikot ini akan benar-benar berdampak pada kariernya atau mereda seiring waktu, publik masih menunggu bagaimana kisah ini akan berakhir.***
- Seruan boikot Denada
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.