Tasyi Athasyia Nyaris Keracunan Gas Saat Bikin Konten, Dikira Helium Ternyata Freon
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Konten kreator Tasyi Athasyia membagikan pengalaman mengerikan yang nyaris berujung fatal. Lewat sebuah video bertajuk “HELIUM BALLOON CANDY GOES WRONG”, Tasyi mengaku hampir mengalami keracunan gas saat membuat konten memasak yang melibatkan helium. Alih-alih mendapatkan hasil manis dan unik, ia justru mengalami sakit tenggorokan hebat setelah tanpa sadar menghirup gas berbahaya.
Awalnya, Tasyi berniat membuat konten eksperimen “candy helium” yang tengah ramai diperbincangkan. Ia membeli tabung yang diklaim sebagai helium dari sebuah toko online. Bentuk tabung tersebut tampak meyakinkan dan mirip dengan tabung helium pada umumnya. Tanpa curiga, Tasyi pun mulai menggunakan gas tersebut untuk kebutuhan kontennya.
Namun, situasi berubah drastis setelah gas itu terhirup. Tasyi langsung merasakan sensasi tidak nyaman di tenggorokan. Dalam videonya, ia mengaku tenggorokannya terasa sangat kering dan perih meski hanya menghirup sedikit. Rasa sakit itu membuatnya panik dan menghentikan proses pembuatan konten.
Setelah ditelusuri, fakta mengejutkan terungkap. Tabung yang ia gunakan ternyata bukan berisi helium, melainkan R32 atau freon yang biasa digunakan untuk AC. Gas ini jelas bukan untuk dikonsumsi atau dihirup manusia, apalagi digunakan dalam proses memasak.
Kesalahan tersebut terjadi karena tabung freon R32 memiliki bentuk yang sangat mirip dengan tabung helium, sehingga Tasyi tidak menyadari perbedaannya sejak awal.
Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Tasyi mengaku sangat bersyukur karena ia belum menghirup gas tersebut dalam jumlah banyak. “Ya Allah, untung aku ngehirup belum banyak,” ujarnya. Meski begitu, dampaknya sudah cukup terasa dan membuatnya trauma.
Video tersebut diunggah bukan semata untuk konten sensasional. Tasyi menegaskan bahwa tujuannya adalah berbagi pengalaman sekaligus edukasi agar kejadian serupa tidak terulang pada orang lain. Ia menyadari masih banyak orang awam, termasuk dirinya, yang belum memahami perbedaan tabung gas serta bahaya penggunaan gas non–food grade.
Dalam pesannya, Tasyi mengingatkan bahwa helium untuk kebutuhan makanan haruslah helium food grade dan wajib menggunakan tabung khusus helium. Ia juga menekankan pentingnya memastikan keamanan bahan sebelum digunakan, terutama untuk konten yang melibatkan eksperimen ekstrem.
Kisah ini menjadi pengingat keras bahwa tren konten viral tidak selalu aman jika tidak dibarengi pengetahuan yang cukup. Pengalaman Tasyi Athasyia membuktikan bahwa satu kelalaian kecil bisa berujung pada risiko besar. Edukasi, kehati-hatian, dan verifikasi alat menjadi kunci utama agar kreativitas tidak berubah menjadi petaka.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Tasyi Athasyia Nyaris Keracunan Gas Saat Bikin Konten, Dikira Helium Ternyata Freon .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!