Lula Lahfah Sempat Dirawat di RS Sebelum Meninggal, Benarkah GERD Bisa Sebabkan Kematian?

Ket. Lula Lahfah

Doc: Instagram/lulalahfah

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Selebram Lula Lahfah meninggal dunia, Jumat (23/1/2026) malam ini. Sederetan pesohor Tanah Air menuliskan rasa kaget dan duka di kolom komentar sang influencer yang diketahui merupakan kekasih Reza Arap.

Salah satunya adalah Caitlin Halderman yang menulis, "LULLL???!!!???!!?????????????????." "Lula babe lula ????????????????," tulis Marion Jola.

Young Lex juga ikut bertanya-tanya dengan menulis, "Lula ? Ini ga bener kan?" Sementara Ghea Indrawari menulis, "Lulaaaa ????."

Di sisi lain, grup musik Weird Genius, yang salah satu anggotanya adalah Reza Arap, menulis bahwa mereka batal tampil di sebuah acara malam ini. Dituliskan alasannya adalah, "...karena sebuah berita kurang baik dari salah satu member kami (yang saat ini tidak sedang berada dalam kondisi prima maupun mampu tampil di panggung)."

Jenazah Lula diketahui telah dilarikan dan kini berada di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Pihak keamanan rumah sakit yang berjaga di lokasi pun membenarkan bahwa jenazah yang berada di dalam adalah sang selebgram.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi terkait penyebab meninggalnya Lula Lahfah. Pihak keluarga, sahabat, maupun Reza Arap belum memberikan keterangan kepada awak media karena masih berfokus pada suasana duka yang mendalam.

Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Lula Lahfah sempat dirawat di rumah sakit saat pergantian tahun 2026. Dalam akun TikTok Lula, ia terlihat membuat video lipsync dengan kondisi tangan terhubung selang infus.

Di caption unggahan itu, ia menulis, "Tiktokan deh, udah eneg bgt seminggu di RS." Sementara dalam unggahan lain, ia sempat membalas komentar salah satu warganet yang menanyakan gangguan kesehatannya.

Rupanya, saat itu cukup banyak penyakit yang ia idap. "Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, gerd," tulis Lula kala itu, di mana ISK adalah singkatan dari infeksi saluran kemih.

Benarkah GERD Bisa Sebabkan Kematian?

Asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) kerap dikaitkan dengan risiko kematian langsung. Meski gejalanya sering mengganggu, kondisi ini tidak serta-merta langsung menyebabkan kematian.

GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi terbakar atau nyeri di dada. Gangguan ini lebih sering memengaruhi kualitas hidup sehari-hari dibanding menjadi ancaman nyawa secara tiba-tiba.

Beberapa orang dengan GERD melaporkan gejala seperti jantung berdebar dan gangguan tidur berulang kali. Kondisi tersebut bukan menunjukkan risiko kematian langsung, tetapi bisa memperburuk kualitas hidup secara keseluruhan.

Komplikasi seperti radang esofagus, infeksi, atau striktur kerongkongan dapat terjadi bila asam lambung terus naik tanpa pengendalian. Namun demikian, mayoritas kasus GERD dapat diatasi dengan perubahan pola hidup dan pengobatan sesuai anjuran dokter.

Faktor risiko seperti kelebihan berat badan, konsumsi makanan pedas, merokok, dan konsumsi alkohol dapat memperparah kondisi GERD. Dengan demikian, perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam pengendalian gangguan ini.

Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dan tidak langsung berbaring setelah makan membantu mengurangi gejala asam lambung. Langkah-langkah sederhana ini, bila dilakukan konsisten, dapat meningkatkan kualitas tidur dan menekan frekuensi timbulnya gejala GERD.

Meski demikian, apabila gejala berlanjut dan semakin mengganggu, konsultasi medis tetap direkomendasikan. Penanganan dini terbukti membantu pencegahan komplikasi lebih berat serta menjaga kualitas hidup penderitanya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN