5 Buku Ini Disebut Bisa Menyelamatkan Kesehatan Mental
Kamis, 22 Jan 2026, 13:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Selama ini, banyak orang begitu fokus menjaga kesehatan fisik, rajin olahraga, mengatur pola makan, hingga rutin cek kesehatan. Ironisnya, kesehatan mental sering kali terabaikan, padahal luka batin bisa berdampak jauh lebih dalam dan bertahan lama. Tanpa disadari, luka tersebut memengaruhi cara kita berpikir, bereaksi, mengingat masa lalu, hingga mengambil keputusan dalam hidup.
Berbeda dengan luka fisik yang terlihat jelas dan memiliki waktu pemulihan tertentu, luka batin kerap tersembunyi dan membutuhkan proses panjang serta pendekatan yang tepat. Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah memahami diri sendiri melalui bacaan yang tepat.
Buku-buku yang ditulis langsung oleh psikolog dan psikiater dapat menjadi teman aman untuk memproses emosi, mengenali trauma, hingga berdamai dengan masa lalu.
Berikut ini lima buku pilihan yang ditulis para profesional kesehatan mental dan dinilai mampu membantu pembaca merawat luka batin secara perlahan namun bermakna.
1. Pulih dari Trauma â dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ
Trauma sering kali dianggap sebagai pengalaman besar yang ekstrem. Padahal, menurut dr. Jiemi Ardian, trauma bisa berasal dari pengalaman sehari-hari yang tertanam dalam memori dan memengaruhi respons emosional kita. Buku Pulih dari Trauma ditulis selama tiga tahun dan mengajak pembaca memahami bahwa trauma bukan sekadar peristiwa, melainkan respons yang terus hidup dalam keseharian.
Melalui pendekatan Trauma Processing Therapy (TPT), buku ini dilengkapi latihan-latihan sederhana seperti grounding yang membantu pembaca memulai proses pemulihan. Buku ini juga menekankan pentingnya pendampingan profesional jika prosesnya terasa terlalu berat untuk dijalani sendiri.
2. Aku yang Sudah Lama Hilang â Nago Tejena
Kesibukan, tuntutan hidup, dan ekspektasi sosial sering kali membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri. Lewat buku ini, psikolog Nago Tejena mengajak pembaca berhenti sejenak dan bertanya, kapan terakhir kali aku benar-benar bahagia?
Buku ini menjadi ruang refleksi untuk kembali mendengarkan suara hati, memahami perasaan terdalam, dan berani membuat pilihan hidup yang lebih berpihak pada diri sendiri.
3. Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring â dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ
Buku ini menjadi bukti duka tidak selalu harus ditampilkan secara dramatis. Melalui kisah personal kehilangan anak, dr. Andreas menyampaikan proses berduka dengan cara yang sangat manusiawi. Aktivitas sederhana seperti mencuci piring menjadi metafora tentang bagaimana duka harus dijalani, perlahan, tidak nyaman, namun perlu.
Dengan gaya storytelling yang jujur, buku ini menyentuh pembaca yang sedang atau pernah kehilangan.
4. Psychologist for Everyone â Anette Isabella Ginting
Bagi mereka yang kesulitan mengungkapkan perasaan lewat kata-kata, buku ini menawarkan pendekatan berbeda melalui art therapy dan journaling. Pembaca diajak menulis, menggambar, hingga mencorat-coret sebagai cara melepaskan emosi terpendam.
Buku ini cocok untuk menemani momen refleksi diri, terutama saat merasa sendirian atau kewalahan dengan pikiran sendiri.
5. Merawat Luka Batin â dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ
Dalam buku ini, dr. Jiemi menekankan bukan hanya apa yang kita pikirkan yang penting, tetapi bagaimana cara kita berpikir. Pola pikir yang tidak sehat dapat memperburuk kondisi emosional dan mental seseorang.
Buku ini membuka wawasan bahwa gangguan mental bukanlah kelemahan, melainkan kondisi yang bisa dialami siapa saja, dan luka batin layak dirawat, bukan diabaikan.
Kelima buku ini bukan sekadar bacaan, melainkan langkah awal untuk lebih memahami diri sendiri. Mungkin salah satunya bisa menjadi teman perjalananmu menuju pemulihan.
Sudahkah ada yang masuk dalam wishlistmu Cantiks?
- Self Improvement
- psikologi
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.