Taruhan Rp298 Miliar: Akankah Min Hee Jin Menangkan Gugatan Balik terhadap Hybe? Ini Bocorannya!

Ket. Min Hee Jin vs Hybe

Doc: Tangkapan Layar

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Hybe dan mantan CEO Ador, Min Hee Jin, beradu argumen di pengadilan dalam sesi terakhir terkait pesan KakaoTalk, opini publik, dan opsi jual Rp298 miliar.

Pada 15 Januari 2026, Pengadilan Distrik Pusat Seoul menggelar sidang akhir atas gugatan pengakhiran perjanjian pemegang saham dan tuntutan balik Min Hee Jin.

Dalam sidang, Hybe menekankan telah memberikan kompensasi luar biasa dan investasi Rp240,7 miliar untuk mendukung NewJeans sejak Ador berdiri. Mereka menuduh Min Hee Jin sengaja merencanakan kampanye opini publik untuk menekan perusahaan menjual saham Ador kepada investor pilihannya.

“Ini bukan sekadar imajinasi atau obrolan santai yang terbatas pada pesan KakaoTalk,” tegas pihak Hybe di persidangan. Mereka menyatakan tindakan tersebut konkret dilakukan untuk merusak kendali perusahaan induk atas label anak perusahaannya tersebut.

Perselisihan kompensasi Min Hee Jin dengan Hybe

Hybe menambahkan bahwa kerusakan kepercayaan antara kedua pihak sudah sangat parah dan tidak mungkin lagi diperbaiki untuk kerja sama masa depan.

“Tidak mungkin untuk terus bekerja sama dengan pihak yang telah sengaja menyebabkan kerugian dan menghancurkan kepercayaan,” ungkap Hybe.

Tim hukum Min Hee Jin membantah keras dan menuduh Hybe sengaja mengedit percakapan pribadi di KakaoTalk agar sesuai dengan narasi mereka. Pengacara menegaskan bahwa Min Hee Jin tidak memiliki modal untuk mengambil alih Ador maupun melakukan pertemuan rahasia dengan investor.

Pihak Min Hee Jin memandang kasus ini sebagai upaya otoriter Hybe untuk mendisiplinkan label bawahannya melalui asumsi yang tidak terverifikasi.

"Mohon jangan terpengaruh cerita penggugat, yang mengejek dan memutarbalikkan percakapan pribadi," pinta tim hukumnya kepada majelis hakim.

Inti konflik ini adalah keabsahan perjanjian pemegang saham yang memberikan hak kepada Min Hee Jin untuk mencairkan opsi jual senilai Rp298 miliar. Hybe menganggap perjanjian itu sudah mati sejak empat bulan lalu, sehingga hak opsi jual tersebut otomatis menjadi tidak berlaku lagi.

Sebaliknya, Min Hee Jin bersikeras kontrak tetap berlaku dan ia berhak secara hukum atas pembayaran besar yang telah disepakati sebelumnya. Hybe terus menuding adanya rencana membawa keluar NewJeans dari perusahaan, sebuah tuduhan yang berulang kali dibantah tegas oleh Min Hee Jin.

Pengadilan kini resmi menutup masa argumen dan akan membacakan putusan final pada 12 Februari 2026 mendatang. Putusan ini diprediksi akan mengubah peta dinamika kekuasaan, tata kelola label, hingga manajemen artis dalam industri K-Pop secara menyeluruh.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN