ADOR Turunkan Klaim Penalti Danielle NewJeans dari Rp11,5 T Jadi Rp3,4 T, Ini Pertimbangannya
Sabtu, 10 Jan 2026, 20:30 WIB
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Anak perusahaan Hybe, Ador, dilaporkan telah mengurangi nilai klaim penalti terhadap Danielle NewJeans secara signifikan. Klaim yang semula berpotensi mencapai 1 triliun won atau sekitar Rp11,5 triliun itu diturunkan menjadi sekitar 300 miliar won atau setara Rp3,4 triliun.
Pengurangan klaim tersebut menimbulkan pertanyaan besar di industri hiburan Korea Selatan. Alasan utama di balik langkah Ador ini disebut berkaitan dengan manajemen risiko hukum dan beban pembuktian di pengadilan.
Sebelumnya, Ador sebenarnya memiliki dasar kontraktual untuk menuntut penalti lebih dari 1 triliun won dari Danielle. Dasar tuntutan ini muncul setelah Danielle menyampaikan pemberitahuan pemutusan kontrak eksklusifnya dengan agensi tersebut.
Namun, alih-alih mengajukan klaim maksimal, Ador memilih untuk menempuh jalur yang lebih konservatif. Agensi tersebut akhirnya mengajukan tuntutan dengan nilai yang jauh lebih rendah demi meningkatkan peluang keberhasilan gugatan.
Menurut sumber industri hiburan pada 9 Januari 2025, Ador secara resmi mengajukan gugatan terhadap Danielle. Total nilai gugatan tersebut mencapai 331 miliar won atau sekitar Rp3,8 triliun.
Rincian gugatan itu mencakup 300 miliar won dalam bentuk penalti kontraktual. Selain itu, terdapat klaim tambahan sebesar 31 miliar won atau sekitar Rp357 miliar sebagai ganti rugi atas aktivitas yang ditangguhkan dan kewajiban periklanan yang tidak terpenuhi.
Tak hanya Danielle, gugatan tambahan juga diajukan terhadap pihak lain yang dianggap terkait. Ibu Danielle serta mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, turut digugat dengan tuntutan ganti rugi sebesar 100 miliar won atau sekitar Rp1,1 triliun.
Gugatan terhadap mereka didasarkan pada dugaan tanggung jawab atas kepergian Danielle dan keterlambatan kembalinya aktivitas NewJeans. Ador menilai tindakan tersebut turut menimbulkan kerugian finansial dan reputasi bagi agensi.
Berdasarkan kontrak eksklusif yang ditandatangani antara Ador dan anggota NewJeans, klausul penalti mengikuti Kontrak Eksklusif Standar untuk Artis Budaya Populer. Kontrak standar ini merupakan pedoman resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Korea Selatan.
Rumus penalti dalam kontrak tersebut dihitung berdasarkan pendapatan bulanan rata-rata selama dua tahun sebelum pemutusan kontrak atau berdasarkan sisa bulan kontrak. Ketentuan ini menjadi dasar matematis perhitungan klaim Ador.
Ador dilaporkan mencatat pendapatan sekitar 1,1 triliun won per tahun pada 2023 dan 2024. Selama periode tersebut, NewJeans merupakan satu-satunya artis yang berada di bawah naungan Ador.
Dengan kondisi tersebut, setiap anggota NewJeans diperkirakan menghasilkan sekitar 220 miliar won per tahun. Angka itu setara dengan sekitar 18 miliar won atau Rp208 miliar per bulan untuk masing-masing anggota.
Dengan sisa masa kontrak Danielle yang diperkirakan mencapai 56 bulan, perhitungan matematis penalti mencapai hampir 1 triliun won. Nilai inilah yang awalnya menjadi dasar potensi tuntutan maksimal Ador.
Namun, para ahli hukum menekankan bahwa penegakan angka sebesar itu jauh dari kata pasti. Berbeda dengan ganti rugi yang telah ditetapkan, penalti kontraktual tidak dapat dikurangi secara sepihak oleh pengadilan berdasarkan preseden Mahkamah Agung.
Meski demikian, pengadilan tetap memiliki kewenangan untuk membatalkan sebagian atau seluruh klausul penalti. Hal ini dapat dilakukan jika klausul tersebut dianggap berlebihan atau bertentangan dengan ketertiban umum.
Pelaku industri hiburan meyakini ketidakpastian hukum tersebut menjadi faktor utama di balik keputusan Ador menurunkan klaimnya. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menghindari risiko gugatan yang justru merugikan posisi hukum agensi.
Pengacara Ahn Seul Ah dari Firma Hukum Daejin menilai klaim sebesar 300 miliar won tetap menjaga validitas klausul penalti. Ia menyatakan bahwa nilai tersebut sekaligus meningkatkan kemungkinan pengadilan bersedia mengabulkannya.
Sementara itu, pengacara Kim Yeon Soo dari Firma Hukum One menambahkan bahwa mengajukan klaim maksimal berisiko tinggi. Menurutnya, langkah tersebut justru dapat memicu pembatalan sebagian atau seluruh klausul penalti oleh pengadilan.
Ador juga menuduh Danielle mencoba mengejar kontrak iklan dan aktivitas eksternal tanpa konsultasi. Tuduhan ini muncul saat kontrak eksklusif dinyatakan masih sah secara hukum.
Pengamat industri mencatat bahwa kasus ini berbeda dari sengketa kontrak artis pada umumnya. Biasanya, sengketa muncul karena persoalan penyelesaian atau rusaknya kepercayaan, sementara dalam kasus ini kontrak eksklusif dinilai tetap berlaku.
Seiring berlanjutnya proses hukum, pengadilan akan menilai kerugian aktual dan kontribusi pendapatan masing-masing pihak. Penilaian tersebut diperkirakan akan sangat menentukan hasil akhir sengketa ini.
Kasus Ador dan Danielle NewJeans secara luas dianggap sebagai preseden penting di industri KPop. Sengketa ini berpotensi memengaruhi cara klausul penalti ditegakkan dalam kontrak artis KPop di masa mendatang.