Lebih Pilih NewJeans Ketimbang BTS, Aktris Go Min Si Dihujani Serangan ARMY

Ket. Akun Instagram Go Min Si banjir hujatan dari ARMY, fandom BTS.

Doc: AllKpop

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aktris Korea Selatan Go Min Si mendadak menjadi sorotan panas akibat gelombang komentar kebencian yang membanjiri akun media sosialnya. Ironisnya, pemicu kontroversi ini berasal dari sebuah video wawancara lama yang kembali viral dan menyeretnya ke tengah konflik fandom KPop.

Go Min Si, yang dikenal luas lewat perannya dalam serial populer seperti Sweet Home dan Love Alarm, kini menjadi sasaran kemarahan sebagian penggemar BTS atau yang dikenal dengan sebutan ARMY. Dalam sebuah wawancara bersama DAZED Korea pada 2023, aktris tersebut sempat mendapat pertanyaan ringan, memilih BTS atau NewJeans.

Tanpa ragu dan dengan ekspresi ceria, Go Min Si langsung menjawab, “NewJeans.” Dalam cuplikan wawancara itu, ia terlihat antusias dan penuh kegembiraan.

Ia bahkan menyampaikan kesan positif setelah bertemu langsung dengan para member NewJeans, tanpa sedikit pun melontarkan komentar negatif terhadap BTS. Kala itu, momen tersebut sama sekali tidak menimbulkan kontroversi.

Namun situasinya berubah drastis dua tahun kemudian. Potongan video wawancara tersebut kembali beredar luas di media sosial dan memicu reaksi emosional dari sebagian penggemar BTS. Tak butuh waktu lama, kolom komentar Instagram Go Min Si pun dipenuhi ujaran kebencian, sindiran tajam, hingga serangan personal yang menyasar pilihan pribadinya.

Banyak komentar bernada kasar mempertanyakan loyalitas Go Min Si, bahkan menuduhnya sengaja merendahkan BTS hanya karena memilih grup lain. Padahal, konteks wawancara tersebut jelas bersifat santai dan subjektif, tanpa maksud membandingkan kualitas atau popularitas kedua grup raksasa KPop itu.

Gelombang serangan ini justru berbalik arah. Komunitas KPop yang lebih luas dengan cepat angkat suara membela Go Min Si. Tak sedikit penggemar dari berbagai fandom yang mengecam tindakan sebagian ARMY yang dinilai berlebihan, toksik, dan mencoreng citra fandom BTS sendiri. Mereka menilai preferensi musik atau idola adalah hak pribadi setiap individu, termasuk selebritas.

Banyak netizen menyoroti bagaimana budaya fanatisme buta dapat berubah menjadi perundungan digital. Beberapa bahkan mengingatkan bahwa tindakan seperti ini justru berpotensi merugikan BTS, yang selama ini dikenal membawa pesan positif tentang cinta diri dan toleransi.

Hingga kini, Go Min Si belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut. Namun insiden ini kembali membuka diskusi panjang soal toxic fandom, batas kewajaran dalam membela idola, serta dampak psikologis yang bisa dialami figur publik akibat komentar kebencian massal.

Kasus Go Min Si menjadi pengingat di balik gemerlap industri KPop, masih ada sisi gelap fandom yang perlu dikritisi. Sebuah pilihan sederhana dalam wawancara pun bisa berubah menjadi badai digital yang tak terduga.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN