Yayasan Pangeran Harry dan Meghan Markle di Ujung Tanduk, 11 Staf Resign Isu Lingkungan Kerja Toxic Menguat

Ket. Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Doc: People

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Gelombang pengunduran diri kembali mengguncang lingkaran kerja Pangeran Harry dan Meghan Markle. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tak kurang dari 11 staf inti memilih meninggalkan pasangan Sussex, memicu sorotan publik terhadap isu lingkungan kerja yang disebut-sebut jauh dari harmonis.

Fenomena ini menjadi kontras tajam dengan citra filantropi dan empati sosial yang selama ini mereka tampilkan ke hadapan dunia.

Sorotan kali ini semakin tajam setelah James Holt, salah satu figur paling berpengaruh di balik layar perjalanan Harry dan Meghan, resmi mengundurkan diri pada 29 Desember. Meski jarang tampil di depan kamera, peran Holt terbilang krusial.

Selama delapan tahun, ia terlibat dalam hampir seluruh fase penting kehidupan pasangan Sussex, mulai dari proyek kesehatan mental bagi tentara Inggris, masa penuh tekanan saat keputusan “Megxit”, hingga pendirian yayasan Archewell di Amerika Serikat.

Karena itu, kepergian Holt bukan dianggap sekadar pergantian staf biasa. Banyak pihak menilai resign-nya Holt sebagai sinyal kuat adanya persoalan internal yang belum terselesaikan, termasuk isu lingkungan kerja yang dianggap toxic serta kondisi keuangan Archewell yang dikabarkan tengah goyah.

Secara terbuka, Holt menyebut alasan pengunduran dirinya bersifat personal. Ia mengaku ingin memprioritaskan keluarga dan berencana kembali menetap di London. Namun, waktu kepergiannya dinilai sensitif karena bertepatan dengan masa sulit yang tengah dihadapi yayasan tersebut.

Tak hanya Holt, beberapa hari sebelumnya Meredith Maines, kepala komunikasi Archewell, juga memilih angkat kaki pada 26 Desember. Dalam hitungan hari, dua nama penting keluar dari lingkar inti Harry dan Meghan. Situasi ini semakin menguatkan dugaan adanya masalah struktural yang lebih dalam.

Data internal menyebutkan bahwa dalam lima tahun terakhir, sedikitnya 11 profesional di bidang komunikasi dan strategi telah meninggalkan tim Sussex. Angka tersebut dinilai tidak wajar untuk organisasi yang relatif muda, sehingga memunculkan spekulasi soal tingginya tekanan kerja dan konflik internal.

Menariknya, dalam pernyataannya kepada media, Holt tetap menjaga sikap netral. Ia tidak melontarkan kritik, bahkan justru memberikan pujian kepada Harry dan Meghan, sebuah sikap yang kontras dengan cerita anonim dari sejumlah mantan staf lainnya.

Holt menyebut Pangeran Harry sebagai sosok yang selalu mendorong perubahan nyata, mulai dari isu kesehatan mental hingga misi kemanusiaan internasional. Ia juga memuji Meghan Markle sebagai pribadi yang hangat, tulus, dan mampu menemukan harapan di tengah situasi sulit.

Pujian tersebut dibalas oleh Harry dan Meghan dengan nada serupa. Mereka menyebut Holt sebagai sosok berdedikasi tinggi dengan kontribusi besar dalam kerja filantropi global. Meski mundur dari jabatan eksekutif, Holt dikabarkan masih akan terlibat sebagai penasihat filantropi senior dan membantu perencanaan misi kemanusiaan pada 2026.

Di sisi lain, kondisi Archewell disebut sedang tidak ideal. Laporan menyebut donasi mengalami penurunan signifikan sepanjang 2024, restrukturisasi internal dilakukan, dan jumlah staf inti kini menyusut drastis. Rentetan pengunduran diri ini pun menambah tanda tanya besar: apakah citra filantropi pasangan Sussex sejalan dengan realitas di balik layar?

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN