Sidang yang sedianya digelar pada Kamis (11/12/2025) terpaksa ditunda oleh majelis hakim. Zaki Ramdani, kuasa hukum Aji Darmaji sekaligus suami dari mendiang Mpok Alpa, menjelaskan bahwa majelis mewajibkan seluruh pemohon untuk hadir secara langsung dalam persidangan, termasuk Sherly yang merupakan anak kandung almarhumah.
âHarus hadir pemohon, termasuk Sherly. Karena Sherly ini ahli waris juga. Kalau tidak hadir, sidangnya pasti ditunda,â ujar Zaki kepada awak media, dikutip dari Tribun Sumsel.
Zaki menegaskan bahwa Sherly bukan sekadar saksi, melainkan bagian dari para pemohon dalam perkara tersebut. Statusnya sebagai anak kandung mendiang membuat kehadirannya bersifat wajib.
âSherly ini darah almarhum, anak kandung. Tidak bisa dihilangkan. Dia termasuk ahli waris yang sah,â tambahnya.
Suami Mpok Alpa Bingung
Dalam permohonan ini, Aji Darmaji mengajukan penetapan ahli waris berdasarkan Kompilasi Hukum Islam, yang mencakup duda serta anak-anak mendiang yakni Sherly, Fatih, dan si kembar Rafa-Rafi.
Namun tanpa kehadiran Sherly, majelis hakim memutuskan menunda persidangan hingga 18 Desember mendatang.
Zaki berharap dalam waktu satu minggu ke depan, Sherly dapat ditemukan atau setidaknya kembali menjalin komunikasi dengan keluarga.
âPak Aji bingung. Karena harus hadir semua pemohon. Kalau tidak, ya ditunda lagi,â ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jika memang ada persoalan yang membuat Sherly menjauh, keluarga berharap dapat menyelesaikannya dengan baik.
âKalau memang ada masalah, ya bicara baik-baik. Kita pasti ketemu titik kebaikannya,â katanya.
Tak Ada Pertengkaran
Aji Darmaji mengungkapkan bahwa kepergian Sherly terjadi secara tiba-tiba tanpa izin. Ponsel Sherly pun tidak aktif sehingga sulit dilacak.
âNggak ada hujan, nggak ada angin tiba-tiba ini anak nggak ada kabar. Nggak pernah sebelumnya dia kayak gini,â ujar Aji di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Menurut Aji, hubungan dirinya dengan Sherly selama ini berlangsung baik. Bahkan ia telah memberitahukan jadwal sidang sejak dua minggu sebelumnya.
âAda dua mingguan saya bilang, âNanti Kak mau sidang ya sama Om Zaki,â dan dia jawab âIya Biâ. Tiba-tiba pas pulang ke Ciganjur, saya nggak tahu kenapa langsung hilang,â tuturnya.
Berharap Tak Ada Provokasi
Aji mengaku terus berusaha mencari tahu keberadaan putrinya melalui teman-teman Sherly. Ia berharap kepergian ini bukan disebabkan pengaruh pihak luar.
âSaya berharapnya baik sangka. Mudah-mudahan nggak ada provokasi. Mungkin dia lagi nenangin pikiran,â ungkapnya.
Hingga saat ini Aji memilih untuk tidak melaporkan kehilangan Sherly ke polisi. Ia masih berharap putrinya pulang dengan selamat dan segera memberi kabar.
âNggak bisa tidur, kepikiran terus. Mudah-mudahan Sherly cepat kembali. Kalau ada masalah, bicara baik-baik,â ujarnya penuh harap.