Payudara Bengkak Saat Menyusui Bisa Berujung Operasi, Awas Gejala Mastitis!

Rabu, 03 Jun 2026, 20:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Masa menyusui merupakan momen berharga bagi ibu dan bayi. Namun, tidak sedikit ibu yang mengalami masalah pada payudara selama proses menyusui, mulai dari nyeri hingga pembengkakan. Sayangnya, banyak yang menganggap kondisi tersebut sebagai hal biasa akibat ASI yang menumpuk.

Padahal, payudara bengkak dan terasa sakit bisa menjadi tanda mastitis, yaitu peradangan pada jaringan payudara yang dapat berkembang menjadi infeksi serius jika tidak segera ditangani.

Berikut beberapa tanda mastitis yang tidak boleh dianggap sepele.

1. Payudara Bengkak dan Terasa Nyeri

Gejala paling umum dari mastitis adalah payudara yang membengkak dan terasa nyeri saat disentuh. Rasa sakit biasanya muncul pada satu sisi payudara dan bisa semakin parah jika tidak segera ditangani.

2. Muncul Benjolan atau Area yang Mengeras

Ket. Foto: Illustrasi payudara bengkak. — Sumber: Istimewa

Mastitis sering diawali dengan saluran ASI yang tersumbat. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya benjolan atau area payudara yang terasa lebih keras dibanding bagian lainnya. Jika benjolan tidak kunjung hilang setelah menyusui atau memompa ASI, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

3. Kulit Payudara Tampak Kemerahan

Peradangan pada jaringan payudara dapat membuat kulit di area tertentu tampak kemerahan dan terasa hangat saat disentuh. Semakin luas area kemerahan yang muncul, semakin besar kemungkinan peradangan sudah berkembang lebih serius.

4. Demam Tinggi Secara Tiba-Tiba

Berbeda dengan saluran ASI tersumbat biasa, mastitis sering disertai gejala sistemik seperti demam tinggi. Demam menunjukkan tubuh sedang melawan infeksi atau peradangan yang terjadi di dalam jaringan payudara.

5. Tubuh Menggigil dan Terasa Lemas

Selain demam, ibu yang mengalami mastitis juga sering merasakan tubuh menggigil, pegal-pegal, dan mudah lelah. Bahkan, beberapa ibu mengaku gejalanya mirip seperti sedang terkena flu berat.

6. ASI Tidak Keluar dengan Lancar

Peradangan yang terjadi pada payudara dapat mengganggu aliran ASI sehingga proses menyusui menjadi tidak nyaman. Akibatnya, payudara terasa semakin penuh dan nyeri karena ASI tidak dapat keluar secara optimal.

7. Keluhan Tidak Membaik dalam 24–48 Jam

Jika nyeri, pembengkakan, atau kemerahan tidak membaik setelah 24 hingga 48 jam meskipun sudah melakukan kompres dan menyusui secara rutin, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian medis. Penanganan lebih cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Hindari Kesalahan yang Sering Dilakukan

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan ibu menyusui adalah memijat payudara yang bengkak terlalu keras dengan tujuan menghancurkan sumbatan ASI.

Padahal, tindakan tersebut justru dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko penyebaran infeksi. Jika ingin melakukan pijatan, lakukan dengan sangat lembut seperti gerakan mengusap.

Mastitis Bisa Berujung Operasi

Mastitis yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi abses payudara atau kantung nanah. Jika kondisi ini terjadi, pengobatan dengan obat-obatan saja biasanya tidak cukup.

Pasien dapat memerlukan tindakan drainase atau prosedur bedah kecil untuk mengeluarkan nanah yang terbentuk di dalam jaringan payudara.

Karena itu, jangan pernah mengabaikan payudara yang bengkak, nyeri, atau memerah saat menyusui. Semakin cepat mastitis dikenali dan ditangani, semakin besar peluang ibu untuk pulih tanpa komplikasi dan tetap bisa memberikan ASI secara optimal kepada buah hati.

  • Benjolan di Payudara
  • Payudara

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.