Bahaya Terlalu Lama Screen Time bagi Anak dan Cara Efektif Mencegahnya

Jum'at, 12 Des 2025, 16:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di era digital, gawai telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak.

Meski perangkat seperti tablet, ponsel, dan televisi dapat menjadi sumber hiburan dan edukasi, penggunaan yang berlebihan berisiko menimbulkan dampak negatif.

Ket. Foto: Ilustrasi gadget pada anak — Sumber: Freepik

Terlalu lama screen time dapat memengaruhi perkembangan fisik, emosional, hingga kemampuan sosial anak. Karena itu, memahami bahaya dan cara mencegahnya menjadi langkah penting bagi orang tua dan pengasuh.

Gangguan Perkembangan Otak

Salah satu bahaya paling umum dari screen time berlebih adalah gangguan perkembangan otak dan kemampuan konsentrasi.

Anak yang terbiasa terpaku pada layar cenderung kesulitan fokus pada aktivitas nyata, seperti belajar, membaca buku, atau melakukan tugas yang membutuhkan pemikiran mendalam.

Stimulus visual dan audio yang cepat dapat membuat otak anak terbiasa dengan rangsangan instan sehingga sulit bertahan pada aktivitas yang lebih tenang.

Gangguan Penglihatan

Secara fisik, penggunaan layar dalam waktu panjang dapat memicu gangguan penglihatan seperti mata lelah, mata kering, hingga potensi rabun jauh di usia dini.

Tidak hanya itu, postur tubuh yang tidak ideal saat menatap layar juga dapat menyebabkan nyeri leher, punggung, serta gangguan tidur akibat paparan cahaya biru yang menekan produksi melatonin.

Anak yang memiliki kebiasaan screen time berlebih juga lebih berisiko mengalami obesitas karena kurang bergerak.

Dampak lainnya terlihat pada kemampuan sosial dan emosional. Anak yang lebih banyak berinteraksi dengan layar ketimbang dengan orang lain berpotensi mengalami keterlambatan perkembangan bahasa, empati, serta keterampilan komunikasi.

Selain itu, konsumsi konten yang tidak sesuai usia dapat memicu kecemasan, tantrum, hingga masalah perilaku.

Cara Pencegahan

Untuk mencegah dampak negatif tersebut, orang tua perlu menerapkan strategi yang konsisten dan realistis. Pertama, tetapkan batas waktu screen time sesuai rekomendasi usia.

Misalnya, anak di bawah dua tahun sebaiknya tidak mendapatkan screen time sama sekali, sedangkan anak usia sekolah dibatasi sekitar 1–2 jam per hari untuk kegiatan non-belajar.

Kedua, ciptakan zona bebas gadget, seperti ruang makan dan kamar tidur, agar anak terbiasa melakukan aktivitas tanpa layar.

Ketiga, jadilah role model. Orang tua perlu menunjukkan perilaku penggunaan gawai yang sehat, sebab anak cenderung meniru apa yang mereka lihat.

Ajarkan pula alternatif aktivitas menarik seperti membaca buku cerita, bermain di luar rumah, menggambar, atau permainan kreatif yang merangsang imajinasi.

Untuk anak usia sekolah, dorong kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga atau seni. Selain itu, lakukan pendampingan ketika anak menggunakan gawai agar orang tua dapat memastikan konten yang dikonsumsi aman dan sesuai usia.

Mengelola screen time bukan berarti melarang total teknologi, tetapi membantu anak menggunakan perangkat digital secara bijak dan seimbang. Dengan pengawasan yang tepat, anak dapat tetap menikmati manfaat teknologi tanpa mengorbankan kesehatan dan tumbuh kembangnya.***

  • Bahaya Terlalu Lama Screen Time bagi Anak

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.