Sindiran Telak UAS Bagi Oknum Penyebab Banjir Sumatera: 'Mereka Mau Nipu Rakyat, Tapi Allah Tunjukan Kuasa'
Rabu, 10 Des 2025, 13:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera kembali memicu perhatian publik.
Tak hanya merendam permukiman, banjir kali ini membawa ribuan kayu gelondongan ke tengah-tengah kawasan warga. Temuan itu membuat masyarakat menduga adanya aktivitas ilegal di kawasan hulu, terutama terkait pembalakan liar dan pengelolaan hutan yang tidak bertanggung jawab.
Melihat kondisi tersebut, Ustaz Abdul Somad (UAS) ikut angkat bicara. Dalam unggahan terbarunya, beliau menyoroti pernyataan sebagian pejabat yang menyebut bahwa banjir besar di Sumatera murni disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem.
Menurut UAS, cuaca memang dapat menjadi pemicu, namun akar masalahnya tidak bisa disederhanakan seolah-olah alam bekerja sendiri tanpa campur tangan manusia.
UAS menegaskan bahwa bencana yang mengangkut ribuan kayu gelondongan bukanlah peristiwa yang terjadi secara alami begitu saja. Ia menyebut bahwa fakta itu memperlihatkan kondisi hutan yang sudah tidak lagi utuh.
Sindiran Keras

Ia pun menyindir oknum-oknum yang mencoba melemparkan seluruh kesalahan pada faktor alam. Menurutnya, sikap seperti itu tidak hanya menyesatkan, tetapi juga menunjukkan ketidakberanian mengambil tanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia.Â
Lebih lanjut, UAS menyampaikan bahwa kerusakan alam bukan hanya urusan dunia, tetapi juga masalah moral dan amanah. Ia mengingatkan bahwa manusia diberi tanggung jawab sebagai khalifah di bumi, bukan perusak.
Karena itu, siapa pun yang melakukan pembalakan liar, membiarkan izin eksploitasi hutan tanpa pengawasan, atau mendapatkan keuntungan pribadi dari kerusakan lingkungan, suatu hari akan dimintai pertanggungjawaban.
Di sisi lain, ia mengajak masyarakat untuk tetap berpikir jernih. Ia menekankan bahwa kritik terhadap oknum bukan berarti menyerang pemerintah secara keseluruhan.
Justru, menurutnya, suara masyarakat dan tokoh publik diperlukan agar ada evaluasi dan perbaikan sistem pengelolaan lingkungan.Â
Banjir yang membawa ribuan kayu gelondongan ini menjadi alarm keras bahwa kondisi hutan di Sumatera sedang tidak baik-baik saja.
Seruan UAS menjadi pengingat bahwa bencana tidak cukup dijelaskan dengan cuaca ekstrem semata. Ada tanggung jawab manusia yang harus diperbaiki, diperiksa, dan ditindak dengan tegas agar tragedi serupa tidak terus berulang di masa depan.
- Tracker Menstruasi
- Banjir Sumatera
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.