Menyalahi Kodrat? Intip Makna Transmaskulin Nonbiner, Gender Baru Seperti yang Diklaim Cocona GX

Minggu, 07 Des 2025, 09:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Istilah transmaskulin nonbiner semakin sering dibicarakan seiring meningkatnya kesadaran mengenai keberagaman gender.

Namun bagi banyak orang, istilah ini masih terdengar asing dan memerlukan penjelasan lebih dalam. Secara sederhana, transmaskulin nonbiner merujuk pada seseorang yang ditetapkan sebagai perempuan saat lahir (AFAB), tetapi identitas gendernya tidak berada dalam kategori biner laki-laki atau perempuan.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@coconamagazine

Mereka cenderung merasa lebih identik dengan sisi maskulin, tanpa sepenuhnya mendefinisikan diri sebagai pria.

Cara Memaknai Diri Sendiri

Bagi individu transmaskulin nonbiner, maskulinitas bukan sekadar penampilan fisik, tetapi cara mereka memaknai diri dan menjalani hidup.

Ada yang memilih berpakaian, berbicara, dan berinteraksi secara maskulin, sementara sebagian lainnya mengekspresikannya secara lebih halus.

Identitas gender mereka tidak statis, tidak harus berpindah dari perempuan ke laki-laki, melainkan berada di ranah yang lebih luas, fleksibel, dan personal.

Beda dengan Orientasi Seksual

Penting dipahami bahwa identitas gender berbeda dengan orientasi seksual atau kondisi biologis tubuh. Seseorang dapat memiliki tubuh perempuan secara anatomi, tetapi merasa dirinya bukan perempuan secara identitas.

Pada saat yang sama, mereka juga mungkin tidak merasakan diri sebagai laki-laki. Dalam konteks ini, identitas nonbiner memberi ruang bagi pengalaman gender yang melampaui dua kategori tradisional tersebut.

Arti Transmaskulin

Sementara itu, istilah transmaskulin menegaskan kecenderungan mereka terhadap ekspresi maskulin.

Bagi banyak individu transmaskulin nonbiner, tubuh dapat menjadi sumber ketidaknyamanan karena tidak selaras dengan identitas gendernya.

Salah satu bagian tubuh yang sering memicu disforia adalah payudara. Ketidaksesuaian antara bentuk tubuh dan identitas internal dapat memengaruhi kepercayaan diri, relasi sosial, hingga kesehatan mental.

Maka tidak mengherankan apabila sebagian memilih menjalani operasi pengangkatan payudara, sering disebut top surgery, untuk menyelaraskan tubuh dengan identitas mereka.

Top Surgery

Top surgery bukan sekadar prosedur kosmetik, melainkan langkah afirmasi gender. Setelah menjalani operasi ini, banyak individu merasa lebih nyaman mengenakan pakaian maskulin, tampil di ruang publik, atau melihat diri mereka di cermin.

Bagi sebagian besar, prosedur tersebut membantu mereka untuk tampil dan merasa lebih autentik sesuai identitas diri.

Namun, penting ditekankan bahwa tidak semua transmaskulin nonbiner memilih top surgery; sebagian merasa cukup hanya dengan mengekspresikan diri secara maskulin tanpa melakukan perubahan fisik.

Pemahaman tentang identitas transmaskulin nonbiner membutuhkan empati dan keterbukaan. Masyarakat sering terjebak pada pola pikir biner sehingga menganggap seseorang hanya mungkin menjadi laki-laki atau perempuan.

Padahal, pengalaman gender bersifat kompleks, unik, dan sangat personal. Memberikan ruang bagi orang untuk menentukan identitasnya sendiri adalah bentuk dukungan mendasar terhadap kesejahteraan emosional dan psikologis mereka.

Pada akhirnya, menjadi transmaskulin nonbiner berarti menjalani hidup sebagai diri sendiri tanpa dibatasi kategori gender tradisional. Proses ini dapat melibatkan perubahan penampilan, gaya hidup, atau tindakan medis, tetapi yang terpenting adalah kebebasan untuk merasa utuh dan diterima apa adanya.

Dengan semakin banyaknya representasi dan edukasi mengenai keberagaman gender, diharapkan masyarakat dapat menjadi tempat yang lebih aman dan inklusif bagi semua orang, apa pun identitas gender mereka.***

  • Cocona XG
  • Makna Transmaskulin Nonbiner

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.