Donald Trump: Putin Ingin Menyudahi Perang dengan Ukraina

Jum'at, 05 Des 2025, 16:12 WIB

JAKARTA- Sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Witkoff dan Kushner di Moskow pada Selasa (2/12) untuk membahas rancangan revisi rencana perdamaian Washington untuk Ukraina, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (3/12) mengatakan Presiden Russia, Vladimir Putin masih ingin mengakhiri perang dengan Ukraina.

“Ia ingin mengakhiri perang. Itulah kesan mereka… Kesan mereka sangat kuat bahwa ia ingin membuat kesepakatan,” kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, merujuk pada utusan khususnya Steve Witkoff dan menantunya sekaligus penasihat informal, Jared Kushner.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Trump mengatakan ia berbicara dengan Witkoff dan Kushner pada Selasa malam.

“Saya dapat mengatakan bahwa mereka mengadakan pertemuan yang cukup baik dengan Presiden Putin. Kita akan mencari tahu,”katanya.

Trump menegaskan kembali bahwa perang tidak akan pernah terjadi jika saat itu ia telah menjadi presiden.

“Presiden Putin mengadakan pertemuan yang sangat baik kemarin dengan Jared Kushner dan Steve Witkoff. Apa hasil dari pertemuan itu? Saya tidak bisa memberi tahu Anda, karena memang butuh dua pihak untuk berdialog,” katanya.

Sementara itu, Penasihat Kepresidenan Russia Yuri Ushakov mengatakan pada Rabu bahwa AS siap mempertimbangkan pandangan Russia untuk mencapai penyelesaian di Ukraina.

“Suasananya positif. Amerika siap melakukan segala upaya untuk mencapai penyelesaian jangka panjang yang, pada kenyataannya, memenuhi tujuan kami,” kata Ushakov kepada para wartawan.

Dari Fox News, para analis mengatakan Washington masih memiliki sejumlah faktor yang dapat digunakan jika negosiasi terhenti, termasuk memperketat sanksi dan memperluas bantuan militer ke Ukraina. Namun, banyak langkah ekonomi paling ampuh, seperti sanksi terhadap entitas energi dan keuangan besar Russia sudah diberlakukan, dan AS telah memberikan bantuan militer puluhan miliar dollar AS kepada Ukraina sejak 2022.

Hal itu membuat pilihan yang tersedia semakin terbatas jika pembicaraan menemui jalan buntu.

Trump telah menyuarakan rasa frustrasinya dengan lambatnya langkah diplomasi dalam beberapa hari terakhir, dengan mengatakan secara terbuka bahwa ia yakin sebuah resolusi seharusnya sudah terjadi sejak lama,” meskipun para pejabat belum mengindikasikan bahwa Washington sedang bersiap untuk meninggalkan perundingan tersebut.

Isu Sensitif

Meskipun ada momentum, kedua belah pihak masih berjauhan. Beberapa isu paling sensitif dibahas dalam pertemuan para pemimpin utama. Russia bersikeras Ukraina tidak dapat bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), meskipun Ukraina telah mengubah konstitusinya untuk menjadikan keanggotaan NATO sebagai tujuan nasional.

Dalam rencana awal yang berisi 28 poin, Russia juga menuntut Ukraina untuk mengurangi jumlah pasukan bersenjatanya di masa damai menjadi 600.000.

Para pejabat Eropa dan Ukraina justru mengusulkan batas 800.000, menurut Financial Times. Ukraina saat ini memiliki sekitar 880.000 pasukan, meningkat dari sekitar 209.000 sebelum invasi 2022.

  • Donald Trump

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.