Bersihkan Lumpur di Lokasi Banjir, Makeup dan Hair Do Zita Anjani Malah Bikin Gagal Fokus

Kamis, 04 Des 2025, 16:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aksi sosial yang dilakukan Zita Anjani di salah satu rumah warga terdampak banjir di Sumatera baru-baru ini mendapat perhatian besar publik.

Dalam video yang beredar, Zita terlihat turun langsung membantu membersihkan lumpur yang mengendap setelah air surut. Ia memegang alat pel, mengangkat lumpur, dan terlihat berusaha membereskan ruangan yang kotor akibat banjir bandang.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@tante.rempong.official

Ia pun mengaku ingin membantu warga dengan membersihkan lumpur yang ada di rumah tersebut,

“Kita bantu warga, angkat lumpur,” ucap Zita sambil terus membersihkan lantai, dikutip Kucantik.com, dari laman Instagram @tante.rempong.official, Kamis (04/12/25)

Makeup dan Hair Do Bikin Netizen Gagal Fokus

20251204130730_Screenshot_150.jpg

Namun, respons warganet berkata lain. Alih-alih fokus pada aktivitas sosialnya, sebagian besar komentar justru menyoroti penampilan Zita di lokasi bencana.

Banyak yang menilai make-up dan hair do-nya terlihat terlalu rapi dan glamor untuk kegiatan membersihkan lumpur. Beberapa netizen bahkan membuat komentar bernada candaan, mengatakan bahwa seolah-olah Zita “siap untuk photoshoot” meski sedang berada di tengah lumpur.

"Semangat makeup dan hairdonya, kurang totalitas mbak," komentar salah seorang netizen.

"Berasa mau padel gak si," timpal yang lain.

"Bener banget, mau difoto dan video harus totalitas dong semuanya," balas netizen lain.

Di sisi lain, ada pula warganet yang merasa bahwa penampilan terlalu rapi memberi kesan kurang totalitas. Sebagian berpendapat bahwa bantuan fisik dalam kondisi pascabencana tidak hanya tentang hadir, tetapi juga soal menyatu dengan situasi lapangan.

Karena itulah mereka berharap aksi di lokasi bukan hanya untuk dokumentasi, melainkan benar-benar dilakukan dengan teknik dan energi yang efektif membantu warga.

Apa pun pandangannya, diskusi ini menunjukkan bahwa publik kini punya ekspektasi tinggi terhadap tokoh masyarakat. Tidak cukup hanya datang dan membantu, masyarakat ingin melihat keaslian niat, efektivitas tindakan, hingga kesesuaian sikap dengan kondisi di lapangan.

Di media sosial, setiap detail sekecil apa pun termasuk rambut bisa memengaruhi cara seseorang dinilai.

Terlepas dari perdebatan tersebut, aksi turun langsung ke wilayah banjir tetap memiliki nilai positif. Bencana menyisakan trauma dan kerugian besar, sehingga setiap tenaga bantuan, baik fisik maupun moral, berarti bagi warga.

Kritik publik mungkin bisa menjadi bahan refleksi bagi para tokoh, agar aksi kemanusiaan tidak hanya menyentuh kamera, tetapi juga menyentuh kebutuhan terdalam korban.***

  • Zita Anjani

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.