Dalam unggahan video terbarunya di TikTok, yang dengan cepat menjadi viral, Doktif menyampaikan kritik pedas kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan yang sebelumnya menjabat Menteri Perdagangan dan Kehutanan Zulkifli Hasan, serta anggota Komisi X DPR RI Verrell Bramasta.
Kritik tersebut muncul setelah keduanya meninjau lokasi bencana yang menelan ratusan korban jiwa di sejumlah wilayah Sumatera.
Doktif menilai bahwa aksi para pejabat yang terekam sedang menyekop lumpur dan membantu membersihkan rumah warga tidak lebih dari gimik pencitraan yang dinilai sudah usang.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Indonesia saat ini semakin cerdas dan tidak membutuhkan pertunjukan simbolis, terutama ketika negara sedang berduka akibat bencana besar.
Dalam video tersebut, Doktif juga menyoroti penampilan Verrell Bramasta yang terlihat mengenakan rompi tebal menyerupai rompi anti-peluru. Menurutnya, atribut tersebut terkesan berlebihan dan tidak relevan dengan kondisi lapangan.
âMas Verrell sepertinya semua masyarakat Indonesia tahu bahwa Anda adalah aktor yang cukup terkenal. Jadi untuk rompi yang digunakan itu sepertinya rompi untuk meninjau perang, ini daerah bencana Mas Verrell,â ujarnya.
Doktif turut mengingatkan bahwa tugas utama seorang anggota DPR maupun menteri bukanlah melakukan pekerjaan fisik, melainkan membuat regulasi yang mampu mencegah kerusakan lingkungan.
Ia menekankan bahwa jabatan publik harus digunakan untuk menciptakan kebijakan yang berdampak jangka panjang, bukan sekadar tampil di depan kamera.
Kritik lebih tajam kembali diarahkan kepada Zulkifli Hasan. Doktif mengungkit video 12 tahun lalu ketika Zulkifli mendapat kritik dari aktor Hollywood Harrison Ford terkait kerusakan hutan di Indonesia.
Ia mempertanyakan apa saja kemajuan yang telah dicapai dalam menangani illegal logging, mengingat kerusakan hutan justru semakin memburuk dan menjadi pemicu bencana hidrometeorologi saat ini.
âFaktanya semakin menambah Pak, bukan berkurang. Jadi apa dong yang sudah dilakukan Menteri Kehutanan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal seperti ini? 12 tahun bukan waktu yang singkat,â tegasnya.
Sebagai pembanding, Doktif menyebut Rieke Diah Pitaloka sebagai contoh wakil rakyat yang menurutnya bekerja sesuai fungsi, yakni dengan langsung menggelar rapat dan mendorong regulasi tanpa perlu melakukan aksi dramatis di lapangan.
Di sisi lain, Verrell Bramasta memang diketahui baru saja melakukan kunjungan kerja ke Kota Padang, Sumatera Barat. Dalam kunjungannya, ia meninjau rumah warga yang rusak akibat terjangan banjir dan sempat berdialog dengan korban yang kehilangan harta benda.
Verrell menyatakan empatinya dan menilai bahwa meski âterlukaâ, warga Sumatera Barat memiliki semangat besar untuk bangkit.
Unggahan Doktif tersebut memicu pro dan kontra. Seorang netizen membela para pejabat yang turun langsung membantu warga. Namun Doktif membalas tegas bahwa kehadiran fisik tanpa upaya pencegahan tidak cukup.
âPadahal bisa mencegah bencana terjadi tapi memilih nunggu bencana gitu ya Bu? Miris bener,â tulisnya.
Dalam caption videonya, Doktif menandai akun Zulkifli Hasan, Raja Juli Antoni, dan Verrell Bramasta, sambil mendesak adanya regulasi tegas terhadap pengusaha yang merusak ekosistem hutan di Sumatera demi keuntungan pribadi.
Kritik ini muncul di tengah situasi darurat. Data BNPB per 1 Desember 2025 mencatat lebih dari 600 korban jiwa akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Fenomena Siklon Tropis Senyar yang memicu hujan ekstrem, ditambah rusaknya ekosistem hutan di hulu DAS, menjadi faktor utama besarnya dampak bencana.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian ratusan korban yang hilang. Kesulitan medan dan lumpur tebal menjadi tantangan utama proses evakuasi.
Desakan agar pemerintah menetapkan status bencana nasional juga semakin kuat, termasuk dari Komisi II DPR RI, demi mempercepat penanganan darurat dan pemulihan.
Artikel telah dibuat dengan minimal 350 kata tanpa menghilangkan informasi inti. Jika ingin dijadikan versi lebih formal atau untuk media tertentu, silakan beri instruksi tambahan.