Korban Meninggal Bancana Banjir dan Longsong di Sumut Mencapai 166 Orang, 143 Hilang
Senin, 01 Des 2025, 09:08 WIBJAKARTAâ Data terkini menunjukkan jumlah korban korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara bertambah menjadi total 166 jiwa hingga Sabtu (29/11), sementara 143 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian, sebagaimana laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (30/11), mengatakan bahwa penambahan jumlah korban terjadi seiring intensifnya operasi pencarian dan pertolongan (SAR) oleh tim gabungan yang dipimpin Basarnas sejak penetapan status tanggap darurat pekan lalu.
âDalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian tim gabungan,â kata Suharyanto.
BNPB mengonfirmasi dampak terbesar tercatat di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
Selain korban jiwa, pengungsi juga dilaporkan mencapai ribuan kepala keluarga, tersebar di Tapanuli Selatan, Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
âProses pendataan masih berlangsung beriringan dengan operasi SAR yang terus berjalan 24 jam,â katanya.
Suharyanto juga menyampaikan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolasi, dan percepatan distribusi logistik terus diintensifkan.
BNPB menempatkan lima helikopter perbantuan di Bandara Silangit untuk memaksimalkan distribusi bantuan ke Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, dan wilayah lain yang sulit ditembus.
Sementara itu, Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh merilis jumlah korban jiwa bertambah menjadi 96 orang pada Minggu, pukul 16.14 WIB.
âData yang masuk saat ini jumlah bertambah karena jalur informasi mulai terhubung. Kita berharap jumlah korban jiwa tidak terus bertambah,â kata Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh M Nasir di Banda Aceh, Minggu.
Pernyataan itu disampaikan usai rapat evaluasi Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Minggu.
Adapun jumlah luka ringan sebanyak 1.284 orang, luka berat 330 orang dan dinyatakan hilang 113 orang. Bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh itu mengakibatkan sebanyak 89.959 kepala keluarga terdampak dan 62 ribu kepala keluarga diantaranya mengungsi.
Ia mengatakan warga yang mengungsi akibat bencana hidrometeorologi tersebar di 514 lokasi pengungsian. Bencana alam yang menimpa provinsi ujung paling barat Indonesia itu berdampak ke 1.286 gampong/desa di 242 kecamatan.
âSaat ini Pemerintah Aceh bersama seluruh instansi terkait baik daerah dan pusat bekerja maksimal untuk evakuasi warga dan juga distribusi logistik ke seluruh daerah terdampak,â katanya.
Krisis Lingkungan
Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani menegaskan Indonesia diambang krisis lingkungan hidup karena maraknya perusakan hutan, serta bisnis ekstratif pertambangan.
Tragedi jelasnya menjadi pengingat keras bahwa Indonesia tengah berada dalam situasi krisis ekologis yang menuntut perubahan cara pandang dan tata kelola lingkungan secara menyeluruh.
âBencana ini harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan, yakni pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta masyarakat untuk melakukan tobat ekologis sebagai wujud komitmen moral sekaligus langkah awal untuk menghentikan kerusakan lingkungan yang terus berulang dan semakin memperparah dampak bencana hidrometeorologi,â kata Anggota Komisi Lingkungan Hidup DPR RI itu Minggu (30/11).
- Bencana hidrometeorologi
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.