Tak Hanya Kebelet Poligami, Kebusukan Insanul Fahmi Dibongkar Habis di Close Friend Wardatina Mawa

Doc: YouTube, Instagram/@wardatinamawa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Drama rumah tangga antara Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli memasuki babak baru.

Setelah podcast Insanul Fahmi bersama dr. Richard Lee menuai simpati kritikan, tiba-tiba muncul teman Wardatina Mawa yang men-spill kebusukan di laman Close friend Instagram. 

Melalui unggahan itu, terkuak tudingan bahwa Insanul bukanlah sosok penuh penyesalan seperti yang terlihat di podcast, melainkan suami manipulatif yang memainkan dua wajah.

Uneg-uneg Teman Wardatina Mawa

20251127121840_Screenshot_58.jpg

Dalam unggahan yang dibagikan ulang Wardatina, seorang teman dekat di akun @zahra_awlyaa menulis uneg-uneg yang selama ini dipendam.

Ia menyoroti bagaimana Insanul mengaku dalam podcast sudah menceraikan istri, menjelek-jelekkan Mawa, dan menyebut rumah tangga tidak harmonis.

Namun di balik layar, menurut unggahan itu, sikapnya sangat kontras. Insanul disebut berkali-kali menghubungi Mawa, memohon agar tidak meninggalkannya, mengaku ingin bunuh diri, mengaku tidak bisa hidup tanpa istrinya.

Unggahan tersebut menyebut Insanul sengaja mengaku sudah menikah siri demi menutupi "kebusukan", bukan karena ingin menjunjung syariat atau menghormati Inara.

Bila benar demikian, artinya pernikahan siri justru dipakai sebagai tameng untuk melindungi citra dirinya di depan publik. 

Hubungan Kilat

Yang membuat publik semakin tercengang adalah klaim bahwa hubungan Inara dan Insanul awalnya dekat karena urusan bisnis pada Juli 2025, namun pada Agustus sudah langsung menikah siri, padahal saat itu Insanul masih terus berupaya mempertahankan hati istrinya.

Artinya, proses poligami bukan diawali keterbukaan, melainkan dibangun di atas kebohongan dan rayuan yang dijalankan secara paralel pada dua perempuan sekaligus.

Teman dekat Mawa juga menuliskan kekesalan karena video podcast Insanul membuat publik merasa iba, sementara fakta versi rumah tangga justru berbanding terbalik.

Ia menyebut sosok Insanul sebagai “manipulatif luar biasa”, mengontrol narasi seolah dirinya korban, padahal dalam kenyataan masih berjuang mendekati Mawa dan meminta restu poligami.

Bukan hanya membela Mawa, unggahan itu juga memberikan dukungan moral. Temannya meminta Wardatina tidak takut terhadap hujatan publik, membiarkan orang berkata apa pun, dan tetap berjalan dengan kehidupan aslinya bersama orang-orang yang tulus.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi dan tanggapan dari pihak Insanul Fahmi tentang hal tersebut.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN