Tangis Ammar pecah saat ia bercerita kepada kuasa hukumnya, Jon Mathias, mengenai perasaannya selama menjalani masa penahanan. Ammar mengaku sangat merindukan anak-anaknya dan berharap bisa kembali menjalin komunikasi meski kondisinya saat ini terbatas.
Momen emosional itu membuat seluruh perhatian tertuju pada kegundahan seorang ayah yang terpisah dari buah hatinya.
Atas dasar itulah Ammar Zoni menitipkan pesan kepada Irish Bella melalui kuasa hukumnya. Ia meminta agar komunikasi antara dirinya dan kedua anaknya tidak diputus, agar anak-anaknya tetap mengenal sosok ayah kandung mereka.
Jon Mathias mengungkapkan bahwa Ammar takut jika ketidakhadiran dan keterbatasannya saat ini justru meninggalkan kesan seolah ia sudah tidak ada dalam hidup mereka.
âDia rindu sama anak-anaknya. Ya, jangan ada istilahnya karena dia tidak bisa berbicara dengan anaknya, jangan ada kesan nanti memori di anaknya itu seolah-olah dia sudah nggak ada,â ujar Jon Mathias sebelum persidangan dimulai.
Lebih lanjut, Jon menjelaskan bahwa Ammar tidak menuntut untuk berkomunikasi langsung. Mendengar suara kedua anaknya pun sudah membuatnya merasa lega. Oleh sebab itu, ia berharap pihak Irish Bella berkenan memberikan akses komunikasi, sekecil apa pun bentuknya.
âMinimal Ammar bisa mendengar suaranya. Itu sudah cukup buat dia,â tambah Jon.
Menurut Jon, komunikasi tersebut sangat penting agar anak-anak Ammar tidak melupakan keberadaan sang ayah dan tidak menganggap sosok lain sebagai pengganti sepenuhnya.
Hal ini menjadi perhatian khusus Ammar yang merasa posisinya sebagai ayah bisa memudar seiring waktu jika tidak ada interaksi sama sekali.
âMinimal mereka tahulah bahwa Daddy-nya masih ada. Ya sedih juga kita mendengarnya,â jelasnya.
Jon Mathias menegaskan bahwa pesan tersebut akan disampaikan secara personal kepada pihak Irish Bella melalui kuasa hukumnya. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa jalur resmi dari tempat penahanan juga dapat dimanfaatkan, mengingat Ammar telah menjalani masa kurungan lebih dari satu bulan di Lapas Nusakambangan.
âHubungan keluarga kan nanti akan dibuka karena Ammar sudah melebihi satu bulan,â tandas Jon.
Sidang ini kembali membuka sisi manusiawi Ammar Zoni yang selama ini tertutup oleh kasus hukum yang menjeratnya. Kerinduan seorang ayah terhadap anak-anaknya pun menjadi sorotan di tengah proses persidangan yang masih terus berlanjut.