Jangan Ketipu! Ini Fakta di Balik 5 Mitos Cegah Kanker yang Populer

Kamis, 20 Nov 2025, 13:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus penyakit kanker terus menunjukkan peningkatan secara global. Di Amerika Serikat (AS) saja, tahun ini dilaporkan terdapat lebih dari 2 juta orang yang menderita kanker.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kanker masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dunia. Kondisi ini juga menjadi alarm penting bahwa upaya pencegahan kanker harus dipahami dan diterapkan secara luas oleh masyarakat.

Ket. Foto: Mitos tentang pencegah kanker yang masih dipercayai — Sumber: Freepik

Kanker dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, lingkungan, hingga gaya hidup sehari-hari. Namun, di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan, banyak pula mitos yang berkembang dan justru mengalihkan fokus masyarakat dari cara pencegahan yang efektif.

Salah informasi yang beredar ini dapat membuat orang melakukan langkah yang kurang tepat dalam upaya melindungi diri mereka dari risiko kanker.

Mengutip EatingWell, terdapat 5 mitos besar soal pencegahan kanker yang sebaiknya mulai ditinggalkan. Pemahaman yang keliru mengenai hal-hal ini dapat membuat masyarakat melewatkan langkah-langkah sederhana namun penting untuk mencegah kanker.

Berikut penjelasannya, seperti dikutip Kamis (20/11/2025):

1. “Makanan diet” bisa mencegah kanker

Mitos pertama yang banyak dipercaya adalah adanya satu jenis makanan ajaib yang mampu mencegah kanker. Faktanya, hingga kini tidak ada satu pun makanan tertentu yang secara individual dapat bekerja mencegah kanker.

Pencegahan penyakit ini lebih bergantung pada pola makan secara keseluruhan. Para ahli merekomendasikan konsumsi rutin sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan sebagai bagian dari gaya hidup makan sehat.

2. Harus olahraga berat untuk mencegah kanker

Bertolak belakang dari anggapan umum, olahraga berat tidak diperlukan untuk mendapatkan manfaat pencegahan kanker. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki, naik turun tangga, atau membersihkan rumah dapat memberikan manfaat signifikan karena membuat tubuh tetap aktif bergerak.

Olahraga tidak harus dilakukan di gym atau membutuhkan alat khusus, sehingga masyarakat dianjurkan untuk tetap aktif setiap hari.

3. Kelebihan berat badan sedikit itu aman

Sebagian orang merasa aman jika hanya mengalami sedikit kelebihan berat badan, dan menganggap risiko baru muncul pada obesitas. Kenyataannya, kelebihan lemak tubuh dalam jumlah apa pun dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.

Karena itu, menjaga berat badan tetap ideal menjadi salah satu langkah pencegahan paling penting.

4. Minum sedikit alkohol masih aman

Mitos berikutnya adalah anggapan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah kecil tidak berbahaya. Padahal, setiap jumlah alkohol sekalipun tetap dapat meningkatkan risiko kanker.

Mengurangi atau perlahan meninggalkan kebiasaan minum alkohol menjadi rekomendasi penting dalam gaya hidup sehat.

5. Skrining kanker hanya untuk deteksi, bukan pencegahan

Banyak orang melakukan skrining dengan tujuan mendeteksi kanker lebih dini. Namun, beberapa jenis skrining justru berfungsi sebagai pencegahan aktif. Contohnya adalah kolonoskopi yang mampu mengangkat polip sebelum berubah menjadi kanker.

Dengan demikian, skrining bukan hanya alat deteksi, melainkan juga langkah pencegahan.

Para ahli menegaskan bahwa pencegahan kanker dapat dimulai dari kebiasaan harian sederhana seperti memperbanyak konsumsi makanan segar, aktif bergerak, menjaga berat badan ideal, membatasi alkohol, serta melakukan skrining sesuai usia dan riwayat kesehatan.

Langkah-langkah ini memang tidak memberikan hasil instan, tetapi jika dilakukan secara konsisten, dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang.

  • Mitos tentang Kanker
  • Cegah Kanker

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.