Dedi Mulyadi tampak terkejut ketika pihak pabrik menjelaskan bahwa mereka menggunakan teknologi pengeboran dengan kedalaman 100 hingga 130 meter untuk mengambil air.
âOh ini airnya dibor? Saya kira air permukaan, air dari mata air. Ternyata bukan dari mata air, tapi dari sumur pompa dalam,â ujar Dedi dengan ekspresi heran.
Pihak pabrik kemudian memberikan penjelasan bahwa pemilihan air dari lapisan tanah terdalam dilakukan demi mendapatkan kualitas terbaik.
âSemua air bawah tanah, Pak. Karena memang kualitas yang paling bagus itu yang paling dalam,â jelas salah seorang staf pabrik.
Meski memahami alasan teknis itu, Dedi Mulyadi tetap menyoroti potensi dampak ekologis dari pengeboran skala besar di kawasan pegunungan. Ia menilai praktik tersebut dapat memengaruhi tata air dan berpotensi memicu bencana lingkungan di wilayah sekitar.
Temuan ini pun memicu diskusi publik yang mempertanyakan kualitas air minum kemasan yang selama ini dikonsumsi masyarakat. Warganet ramai membandingkan antara air pegunungan dan air sumur bor untuk melihat perbedaannya secara ilmiah.
Perbedaan Air Pegunungan dan Air Sumur Bor
Perbedaan karakter antara air pegunungan dan air sumur bor kembali menjadi sorotan setelah temuan sidak tersebut. Secara umum, air pegunungan berasal dari mata air alami, sementara air sumur bor berasal dari eksplorasi bawah tanah menggunakan pompa dan teknologi pengeboran.
Berikut perbedaan lengkapnya:
1. Sumber
2. Kandungan mineral
-
Air pegunungan: Mengandung mineral esensial seperti kalium, kalsium, natrium, silika, magnesium, zink, dan selenium.
-
Air sumur bor: Mengandung mineral terlarut (TDS), tetapi kadarnya bisa terlalu tinggi dan memengaruhi rasa serta kejernihan.
3. Kandungan logam berat
-
Air pegunungan: Umumnya bebas logam berat karena berasal dari lingkungan yang bersih.
-
Air sumur bor: Sering mengandung besi (Fe), mangan (Mn), timbal (Pb), dan arsenik yang berbahaya jika dikonsumsi jangka panjang.
4. Kebersihan mikrobiologis
-
Air pegunungan: Bebas bakteri karena aliran air terus bergerak dari tempat tinggi ke rendah.
-
Air sumur bor: Berisiko mengandung bakteri patogen seperti E. coli yang dapat menyebabkan diare, tifus, hingga hepatitis.
5. Paparan bahan kimia
6. Kandungan oksigen
7. pH (keasaman/kebasaan)
-
Air pegunungan: Stabil dan cenderung netral, aman untuk konsumsi jangka panjang.
-
Air sumur bor: pH bervariasi tergantung kondisi tanah, dapat terlalu asam atau basa.
8. Manfaat kesehatan
-
Air pegunungan: Menjaga kesehatan tulang, menyegarkan tubuh, aman untuk konsumsi terus-menerus.
-
Air sumur bor: Harus melalui pengolahan lebih dulu agar aman. Bila tidak, dapat menyebabkan gangguan pencernaan hingga kerusakan organ.
Air pegunungan dan air sumur bor memiliki perbedaan signifikan dari sisi kandungan serta dampaknya terhadap kesehatan. Karena itu, air sumur bor memerlukan pengolahan ketat sebelum dijadikan air minum, sedangkan air pegunungan secara alami lebih unggul dalam hal kualitas, keamanan, dan kemurnian.