IKK Meningkat Bukti Konsumen Optimistis Menatap Prospek Ekonomi Nasional
Selasa, 11 Nov 2025, 16:19 WIBJAKARTA- Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Oktober 2025 melonjak tajam menjadi 121,2 atau naik dari bulan sebelumnya yang berada di level 115, sebagaimana hasil Survei Konsumen terbaru dari Bank Indonesia (BI). Kenaikan IKK itu mengindikasikan bahwa konsumen sangat yakin dan percaya diri melihat prospek perekonomian nasional.
Peningkatan optimisme didorong oleh persepsi masyarakat yang membaik terhadap kedua komponen utama pembentuk IKK. Pertama, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang mengalami kenaikan signifikan, dari 102,7 pada September menjadi 109,1 pada Oktober.
Kenaikan tersebut mencerminkan persepsi masyarakat yang membaik terhadap kondisi riil, seperti penghasilan yang diterima dan ketersediaan lapangan kerja saat ini.
Kedua yaitu Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang menunjukkan peningkatan kuat, melompat dari 127,2 menjadi 133,4. Kenaikan pada IEK menandakan harapan dan optimisme masyarakat terhadap prospek kondisi ekonomi untuk enam bulan ke depan meningkat drastis.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (10/11) seperti dikutip dari Antara mengatakan secara keseluruhan, kuatnya rebound IKK itu mengirimkan sinyal positif bahwa konsumsi rumah tangga, sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi, diprediksi akan semakin kuat dan menjadi pendorong aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di kuartal IV (Q4) tahun 2025.
Respon Positif
Menanggapi hasil survei konsumen bank sentral, Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, mengatakan lonjakan tajam IKK tersebut menandakan masyarakat optimistis dengan terobosan atau kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam beberapa waktu terakhir.
Adanya perubahan komposisi kabinet dan gebrakan di sektor riil membuat masyarakat optimistis. âPendekatan dan terobosan baru Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa nampaknya mendapat respon positif dari pelaku pasar dan masyarakat secara umum,â kata Awan.
Oleh sebab itu, Pemerintah harus menjaga agar tren positif tersebut terus berlanjut. Jangan sampai ketidakmampuan pemerintah menjaga tren ini membuat IKK kembali turun jelang akhir tahun.
âPemerintah harus konsisten dalam merealisasikan kebijakan dan program peningkatan kesejahteraan sosial, penegakan hukum, dan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),âungkap Awan.
Menurut dia, konsistensi pemerintah menjaga regulasi dan mendorong daya beli di sektor riil bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi. Masyarakat akan semakin optimistis untuk berbelanja. Bagi kelompok yang selama ini kerap menyimpan uang akan meningkatkan belanjanya karena adanya optimisme bahwa ekonomi ke depan akan lebih baik.
- lapangan kerja
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.