Mengapa Hanya Gus Dur dan Soekarno yang Berani Tempati Istana Merdeka? Hal Mistis Ini Jadi Sorotan

Ket. Gus Dur

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Indonesia memiliki enam istana kepresidenan yang tersebar di berbagai daerah, namun dua di antaranya terletak di Jakarta, Istana Negara dan Istana Merdeka.

Kedua bangunan bersejarah itu berdiri berdampingan di jantung ibu kota, menyimpan banyak kisah penting perjalanan bangsa.

Di balik kemegahannya, Istana Merdeka yang dibangun pada tahun 1873 juga menyimpan cerita mistis yang sampai kini masih sering dibicarakan.

Konon, istana yang menjadi saksi berbagai peristiwa penting republik ini dihuni oleh makhluk tak kasatmata.

Pengalaman Horor

Dilansir dari kanal YouTube IPedia dotID, menariknya, hanya dua presiden yang diketahui pernah tinggal lama di Istana Merdeka, Presiden Soekarno dan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Keduanya dikenal memiliki kepekaan spiritual tinggi, dan diyakini mampu merasakan kehadiran dimensi lain di istana tersebut.

Yenny Wahid, putri kedua Gus Dur, pernah membenarkan bahwa suasana di dalam istana memang terasa berbeda.

Dalam buku Mata Batin Gus Dur, Yenny mengungkap bahwa sang ayah beberapa kali digoda oleh makhluk halus selama menetap di Istana Merdeka.

“Istana memang seram, ada beberapa ruangan yang tidak nyaman,” ujar Yenny.

Salah satu pengalaman yang ia ceritakan terjadi ketika Gus Dur sedang duduk santai di kursi ruang istana.

Tanpa sebab yang jelas, kursi yang diduduki presiden keempat RI itu tiba-tiba bergoyang keras seolah diguncang dari bawah.

Alih-alih panik, Gus Dur justru bersikap tenang. Ia kemudian berbicara dalam bahasa Jawa, “Sudah, saya tahu kamu ada. Jangan ganggu saya. Kamu di duniamu, saya di dunia saya sekarang.”

Kalimat sederhana itu membuat suasana kembali tenang, seolah makhluk halus yang usil itu memahami batas yang diucapkan Gus Dur.

Kejadian lain terjadi saat sebuah pengajian tengah digelar di halaman istana. Para jamaah yang hadir sempat dikejutkan oleh munculnya asap putih dari salah satu pohon besar di sana.

Beberapa orang ketakutan, namun Gus Dur kembali menenangkan mereka. Dengan senyumnya yang khas, ia berkata santai, “Nggak usah takut, mereka juga mau ikutan mengaji.”

Cerdas Intelektual dan Spiritual

Cerita-cerita semacam ini menunjukkan sisi unik Gus Dur sebagai pemimpin yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual.

Ia tidak melihat dunia gaib sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari ciptaan Tuhan yang juga berhak beribadah dan hidup berdampingan dengan manusia.

Hingga kini, kisah mistis di Istana Merdeka masih menjadi bagian menarik dari sejarah kepresidenan Indonesia.

Namun bagi Gus Dur, pengalaman tersebut hanyalah pengingat bahwa alam nyata dan alam gaib sama-sama berada di bawah kuasa Tuhan, dan tidak ada yang perlu ditakuti selama hati tetap tenang dan berpegang pada keimanan.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN