Kenapa 10 November Dipilih Jadi Hari Pahlawan? Ini Kisah Pertempuran Surabaya yang Heroik dan Penuh Darah!

Senin, 10 Nov 2025, 07:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Setiap 10 November, bendera berkibar, dan ingatan kita tertuju pada satu momen paling heroik dalam sejarah bangsa, yaitu Hari Pahlawan Nasional.

Kita merayakan Hari Pahlawan Nasional, hari yang bukan sekadar tanggal merah di kalender, lho, melainkan sebuah pengingat akan semangat juang dan pengorbanan luar biasa para pendahulu kita.

Ket. Foto: Ilustrasi pertempuran Surabaya 1945. — Sumber: blogspot.com

Tapi, pernahkah kamu penasaran, kenapa tanggal 10 November yang dipilih? Jawabannya terletak pada salah satu episode paling berani dan berdarah dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia, yaitu Pertempuran Surabaya tahun 1945.

Di sinilah, arek-arek Suroboyo (pemuda Surabaya) menunjukkan pada dunia bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan harga mati yang harus dipertahankan hingga titik darah penghabisan!

Ilustrasi pertempuran Surabaya 1945. (balaiedukasi.blogspot.co.id)

Latar Belakang: Kemerdekaan yang Diperjuangkan Ulang

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, keadaan di Indonesia masih jauh dari kata aman. Kemerdekaan yang baru direbut harus dipertahankan.

Pada akhir September 1945, pasukan Sekutu (yang diboncengi tentara Belanda/NICA) mulai mendarat. Mereka beralasan ingin melucuti senjata Jepang, tapi niat tersembunyi Belanda untuk berkuasa lagi segera tercium.

Surabaya, sebagai kota strategis dan pusat pergerakan, menjadi sasaran utama pendaratan Sekutu (khususnya Inggris) pada 25 Oktober 1945.

Kehadiran mereka langsung ditolak mentah-mentah oleh rakyat Surabaya yang baru merasakan manisnya kemerdekaan.

Ultimatum Berdarah yang Memicu Kemarahan

Ketegangan mencapai puncaknya setelah serangkaian insiden. Salah satu yang paling terkenal adalah insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato.

Situasi makin panas setelah Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, komandan pasukan Inggris, tewas pada 30 Oktober 1945 di dekat Jembatan Merah.

Kematian Mallaby membuat Inggris marah besar. Letnan Jenderal Sir Philip Christison, Panglima Angkatan Perang Inggris, mengeluarkan ultimatum keras.

Rakyat Surabaya dituntut menyerahkan semua senjata dan melapor pada 10 November 1945, pukul 06.00 pagi, dengan mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah.

Semangat "Merdeka atau Mati" Bangsa Indonesia

Rakyat dan pejuang Surabaya menolak tunduk! Dengan semangat "Merdeka atau Mati," tokoh seperti Bung Tomo berpidato berapi-api lewat radio, membangkitkan jiwa perlawanan.

Akibat penolakan itu, pada pagi 10 November 1945, Inggris melancarkan serangan besar-besaran dengan mengerahkan tank, kapal perang, dan pesawat tempur.

Pertempuran sengit pun pecah dan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu. Ribuan korban jiwa berjatuhan di pihak Indonesia.

Meskipun Surabaya akhirnya jatuh, kegigihan arek-arek Suroboyo (sebutan untuk pemuda Surabaya) ini berhasil mengubah pandangan dunia.

Mereka melihat bahwa kemerdekaan Indonesia bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan yang tak ternilai harganya.

Untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam pertempuran heroik dan berdarah inilah, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. Semangat ini harus terus kita jaga untuk membangun Indonesia yang lebih baik!***

  • hari pahlawan
  • Hari pahlawan nasional

Redaktur: Sarah Ramadhani

Penulis: Sarah Ramadhani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.