Maia menyebut, alasan utamanya tidak ingin berkolaborasi lagi dengan Pinkan adalah karena ketidakdisiplinan sang penyanyi dalam bekerja. Menurutnya, Pinkan kerap bertindak semaunya sendiri dan sulit diatur, bahkan dalam situasi profesional.
âTidak disiplin! Pinkan ini tidak bisa diatur. Semaunya dia saja dalam bekerja,â ujar Maia Estianty di kanal YouTube Comic8Revolution.
Ia juga menambahkan, salah satu momen yang paling sering menimbulkan masalah adalah ketika mereka harus melakukan latihan atau check sound sebelum tampil di panggung.
âApalagi saat kami harus latihan jelang konser. Dia pasti susah dihubungi. Kalau check sound nggak pernah nggak telat. Tapi kalau show selalu datang,â lanjut Maia.
Akibat perilaku tersebut, manajemen Ratu akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan Pinkan Mambo pada tahun 2004. Keputusan itu menandai akhir dari formasi awal grup duo yang sempat merajai industri musik Indonesia di awal 2000-an.
Meski hubungan kerja mereka tak berlanjut, Maia tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas vokal Pinkan. Ia menilai, suara khas Pinkan masih belum tergantikan hingga saat ini.
âSuara Pinkan Mambo itu belum tergantikan. Vokalnya unik. Saran gue, lo bikin lagu yang bagus lagi, Pink. Karena menurut gue, vokal lo belum ada yang bisa menggantikan,â ujar Maia dengan nada tulus.
Sebagai informasi, Ratu dibentuk pada 1999 dan resmi debut melalui album Bersama yang dirilis pada 2003. Album tersebut meraih kesuksesan besar berkat sejumlah lagu hits seperti Aku Baik-Baik Saja, Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu, dan Jangan Bilang Siapa-Siapa.
Kesuksesan itu membawa Ratu meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Pendatang Baru Terbaik, Artist of the Year, dan Group/Duo Artist of The Year dari ajang MTV Ampuh.
Kini, meski keduanya telah menempuh jalan karier masing-masing, nama Ratu tetap melekat sebagai salah satu duo paling ikonik dalam sejarah musik Indonesia, sementara pengakuan Maia terhadap vokal Pinkan menjadi bukti bahwa warisan musikal mereka masih diingat hingga kini.