- Home
-
- Entertainment
-
- Gigit Jari, Safrie Ramad...
Gigit Jari, Safrie Ramadan dan Julia Prastini Terkena Dampak Cancel Culture di Tengah Panasnya Isu Perselingkuhan
Jum'at, 07 Nov 2025, 10:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Isu perselingkuhan yang tengah menjadi sorotan publik belakangan ini tak hanya berdampak pada nama-nama yang terlibat secara langsung, tetapi juga menyeret sejumlah figur publik lain ke dalam pusaran cancel culture.
Setelah sebelumnya Julia Prastini, kini Safrie Ramadan juga terkena cancel culture akibat isu perselingkuhan yang mereka lakukan. Safrie dilaporkan kehilangan beberapa pekerjaan setelah namanya dikaitkan dengan isu yang sama.
Apa Itu Cancel Culture?
Cancel culture, atau budaya pembatalan, kini menjadi fenomena kuat di dunia hiburan dan media sosial Indonesia.
Publik yang marah terhadap tindakan yang dianggap tidak pantas kerap menuntut agar figur publik dijauhi, diboikot, hingga kehilangan kerja sama dengan brand.
Fenomena ini juga sebelumnya dialami Julia Prastini, atau yang akrab disapa Jule, yang menjadi sorotan setelah muncul rumor mengenai kedekatannya dengan Safrie Ramadan.
Julia Prastini Diputus Kerja Sama
Akibat desakan warganet, sejumlah brand yang sebelumnya bekerja sama dengan Jule mengambil langkah tegas. Beberapa di antaranya adalah Yeppushop, Beauty Charm, Itsmostly Official, Kazami Store, Lozy Hijab, dan Jumuna Official.Â
Brand-brand tersebut secara terbuka mengumumkan pemutusan kerja sama dengan Jule melalui media sosial mereka, sebagian besar menyatakan keputusan tersebut diambil demi menjaga integritas merek dan menanggapi aspirasi pelanggan.
Salah satu pernyataan paling menonjol datang dari Itsmostly Official, label fesyen yang sebelumnya menggandeng Jule untuk meluncurkan warna baru produk Jena Shawl.
Meski produk kolaborasi itu sudah siap jual, pihak Itsmostly tetap memilih menghentikan kerja sama secara total.
âHasil penjualan produk ini tidak terafiliasi kepada yang bersangkutan,â tulis mereka dalam pernyataan resmi di Instagram Story.
Safrie Ramadan Kena Cancel Culture
Langkah serupa kini dialami Safrie Ramadan, yang beberapa waktu terakhir dikabarkan batal tampil di sejumlah proyek.Â
Beberapa brand disebut meninjau ulang kerja sama dengannya setelah gelombang komentar negatif muncul di kolom media sosial.
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pihak Safrie, situasi ini menunjukkan betapa kuatnya tekanan sosial yang muncul di era digital.
Cancel culture seringkali dipandang sebagai bentuk tanggung jawab sosial publik terhadap perilaku figur publik.
Namun, di sisi lain, tak sedikit yang menilai bahwa fenomena ini bisa menjadi terlalu ekstrem, karena keputusan pemboikotan kerap diambil sebelum fakta-fakta terverifikasi sepenuhnya.
Kasus Safrie Ramadan dan Julia Prastini menjadi contoh terbaru bagaimana opini publik di media sosial kini memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan karier seseorang.***
- Julia Prastini
- Safrie Ramadan
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.