Di Balik Aksi Spektakuler, Jackie Chan Dituding Perlakukan Stuntman Secara Tak Adil

Jum'at, 07 Nov 2025, 07:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - NamaJackie Chan selama ini identik dengan dedikasi, disiplin, dan loyalitas di dunia perfilman laga internasional. Namun, di balik citra profesionalnya yang telah menginspirasi banyak aktor muda, legenda asal Hong Kong berusia 71 tahun itu kini tengah diterpa kabar tak sedap. Salah satu anggota tim stunt-nya sendiri menuduh sang bintang memperlakukannya dengan tidak adil selama bertahun-tahun bekerja bersama.

Ket. Foto: Jackie Chan — Sumber: Instagram/jackiechan

Aktor laga senior Mars atau Cheung Wing-fat, yang juga berusia 71 tahun mengungkapkan pengalaman pahitnya saat menjadi bagian dari tim Jackie Chan Stunt Team (Cheng Jia Ban).

Dalam wawancara dengan media Hong Kong Blueberry Daily, Mars menuturkan bahwa dirinya kerap merasa diremehkan dan tidak dihargai oleh Jackie Chan di lokasi syuting.

Mars bukan sosok sembarangan. Ia telah berkarier lebih dari 60 tahun di industri film aksi Hong Kong dan tercatat menjadi anggota tim Jackie selama 16 tahun. Dalam kesaksiannya, Mars menceritakan pengalaman ketika bekerja sebagai action director di film City Hunter (1993).

Ia mengaku berharap menerima bayaran sekitar HK$150.000 hingga HK$200.000 (sekitar Rp330–440 juta), namun hanya diberi HK$100.000 (sekitar Rp220 juta) setara dengan honor seorang asisten sutradara aksi.

Ketika Mars menanyakan alasan bayaran yang rendah, Jackie Chan disebut hanya menjawab santai, “Di tim Jackie Chan tidak ada pangkat.” Jawaban itu membuat Mars kecewa dan merasa tidak dihargai atas dedikasi dan pengalamannya.

Setahun kemudian, saat syuting film legendaris Drunken Master II (1994), Mars sempat berniat keluar dari tim. Namun ia kembali bekerja sebagai stuntman.

Dalam salah satu adegan, tali pengaman yang ia kenakan putus dan membuatnya jatuh keras ke tanah. Bukannya menunjukkan empati, Jackie Chan disebut justru menertawakannya dan berkomentar bahwa Mars “terlihat seperti kura-kura yang tak bereaksi.”

Akibat kecelakaan itu, Mars mengalami cedera serius dan harus beristirahat selama tiga tahun, melewatkan sejumlah proyek besar Jackie. Setelah masa pemulihan, status kerjanya dilaporkan berubah dari gaji bulanan menjadi sistem kontrak per proyek. Akibatnya, ia kehilangan penghasilan tetap sekitar HK$10.000 (sekitar Rp22 juta) per bulan.

Tak hanya itu, Mars juga mengaku pernah meminjam uang dari perusahaan tempatnya bekerja selama masa pemulihan. Namun, ia justru diberi tahu bahwa dirinya dianggap berutang sebesar HK$90.000 (sekitar Rp200 juta).

Tudingan ini memperkuat rumor lama soal perlakuan keras Jackie Chan terhadap tim stunt-nya. Sebelumnya, anggota tim lainnya seperti Sammo Hung dan Chung Fat juga sempat mengkritik Jackie karena dianggap kurang memperhatikan kesejahteraan para anggota timnya. Chung Fat bahkan menyebut Mars sebagai “yang paling menderita” di antara mereka.

Meski isu ini ramai diperbincangkan di media Hong Kong dan Tiongkok, Jackie Chan hingga kini belum memberikan tanggapan resmi. Namun, sahabat lamanya, Natalis Chan, yang dikenal sebagai pembawa acara veteran, memberikan pembelaan.

“Saya pernah bekerja sama dengannya di perusahaan StarEast,” ujar Natalis.

“Menurut saya, Jackie orang yang jujur dan cukup normal. Kami hanya kebetulan menjadi rekan bisnis, bukan rekan kerja di film.”

Pernyataan tersebut menjadi satu-satunya komentar publik sejauh ini, sementara publik masih menunggu klarifikasi langsung dari Jackie Chan terkait tuduhan yang mencoreng citra profesionalismenya yang telah terbangun selama puluhan tahun.

  • Perlakuan Asli Jackie Chan
  • Jackie Chan Lakukan Stuntman Secara Tak Adil

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.