Namun, menjalani co-parenting bukanlah hal yang mudah. Tidak jarang muncul konflik, terutama ketika masing-masing pihak memiliki pandangan berbeda soal pengasuhan.
Maka, diperlukan kedewasaan emosional serta kemampuan komunikasi yang baik agar hubungan tetap harmonis dan anak tidak menjadi korban dari perbedaan tersebut.
Melansir laman raisingchildren, hubungan co-parenting yang sehat perlu dilakukan dengan tenang, konsisten, dan saling menghormati, terutama saat perbedaan pendapat muncul.
Berikut empat cara penting yang bisa diterapkan untuk menghadapi tantangan dalam co-parenting agar berjalan lebih efektif dan damai.
1. Ubah Cara Pandang terhadap Hubungan
Langkah pertama adalah mengubah cara pandang terhadap mantan pasangan. Cobalah memperlakukan hubungan co-parenting seperti kerja sama profesional yang berfokus pada kepentingan anak, bukan pada emosi masa lalu.
Dengan demikian, komunikasi bisa berjalan lebih objektif dan terhindar dari drama pribadi yang tidak perlu.
2. Jaga Sikap Sopan dan Hormat
Komunikasi yang baik adalah kunci utama. Dengarkan pendapat satu sama lain dan tetap berbicara dengan sopan. Fokuslah pada kebutuhan anak, bukan pada kesalahan masa lalu. Hindari mengkritik atau menyalahkan gaya pengasuhan mantan pasangan.
Jika komunikasi langsung terasa sulit, kamu bisa menggunakan email atau pesan singkat agar percakapan tetap terarah, terkontrol, dan minim emosi.
3. Tetap Fleksibel
Konsistensi memang penting bagi anak, tetapi fleksibilitas juga perlu dijaga. Jika mantan pasangan ingin menyesuaikan jadwal pengasuhan, cobalah untuk terbuka dan mencari solusi bersama.
Bagi yang sudah memiliki pasangan baru, penting pula membahas batasan dan rutinitas agar tidak menimbulkan ketegangan antar pihak.
4. Gunakan Pendekatan Pemecahan Masalah
Ketika menghadapi perbedaan yang sulit diatasi, gunakan pendekatan problem-solving. Duduk bersama, dengarkan pandangan masing-masing, lalu cari jalan tengah terbaik untuk anak. Jika situasi semakin rumit, jangan ragu untuk meminta bantuan konselor keluarga atau mediator profesional.
Dengan komunikasi yang sehat, sikap saling menghormati, dan fokus pada kepentingan anak, co-parenting dapat berjalan dengan baik. Anak pun tetap dapat tumbuh bahagia di lingkungan yang penuh kasih sayang, meski orang tuanya tidak lagi hidup bersama.