Ekspansi besar-besaran industri dracin sejatinya mulai terasa sejak tahun 2021, dan sejak itu perkembangannya meningkat pesat. Beberapa judul sukses besar di platform OTT seperti Love Like The Galaxy (Zhao LusiâYang Yang, 2022), Hidden Love (Zhao LusiâChen Zheyuan, 2023), dan Amidst A Snowstorm of Love (Leo WuâJio Zhingmai, 2024) menjadi contoh nyata bagaimana drama China berhasil menarik perhatian internasional.
Tidak hanya dari serial TV konvensional, lonjakan besar juga datang dari format micro-drama serial pendek berdurasi hanya beberapa menit per episode yang dirancang untuk ditonton lewat ponsel.
Fenomena ini melahirkan bintang-bintang muda baru seperti Dai Gao Zheng, yang dijuluki âraja micro-dramaâ dan kini menyaingi popularitas bintang K-drama.
Laporan industri menunjukkan bahwa nilai pasar micro-drama di China telah menembus miliaran dolar AS, bahkan disebut melampaui pendapatan box office bioskop domestik. Pergeseran ini menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih senang menikmati drama ringan, cepat, dan emosional di sela aktivitas harian mereka.
Platform streaming besar seperti iQIYI, Tencent Video, dan Youku juga memainkan peran vital dalam ekspansi global dracin. Mereka tak hanya menayangkan serial lokal, tetapi juga mendistribusikannya ke Asia Tenggara, Amerika Latin, hingga Eropa Timur dengan terjemahan multi-bahasa yang berkualitas tinggi.
Drama yang Meledak dan Mendunia
Tahun 2025 menjadi puncak kejayaan C-drama. Salah satu judul paling fenomenal, Legend of Zang Hai, mencetak 1,3 miliar penayangan online hanya dalam enam bulan pertama.
Drama ini bahkan sempat trending di Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Sementara itu, Guardians of the Dafeng, adaptasi novel fantasi petualangan, sukses menembus pasar internasional dan menjadi salah satu serial Tiongkok paling banyak ditonton di berbagai platform global.
Kombinasi kisah emosional, kualitas visual sinematik, dan nilai produksi tinggi membuat dracin kini sejajar dengan drama Korea dan serial Barat.
Faktor di Balik Ledakan Dracin
Ada empat faktor utama di balik fenomena ini. Pertama, perubahan pola konsumsi penonton yang kini lebih memilih tontonan cepat dan fleksibel melalui perangkat seluler.
Kedua, efisiensi produksi rumah produksi di China mampu membuat serial berkualitas tinggi dengan biaya rendah berkat teknologi canggih dan sistem kerja cepat. Contohnya, Hengdian World Studios, yang kini menjadi kompleks produksi film terbesar di dunia.
Ketiga, ekosistem digital dan media sosial yang kuat memungkinkan promosi lintas platform dengan klip viral dan dukungan fandom digital yang masif.
Keempat, keragaman cerita dan genre, dari drama kerajaan klasik hingga thriller modern dan fiksi ilmiah, semuanya dikemas dengan nilai budaya khas China yang universal.
Rahasia di Balik Angka Rp156 Triliun
Pendapatan fantastis ini tidak hanya berasal dari iklan dan langganan platform, tetapi juga dari lisensi internasional, penjualan merchandise, tur promosi, hingga adaptasi ke game dan novel.
Dengan lebih dari 1 miliar pengguna daring, pasar domestik China sudah menjadi pondasi kuat. Namun ketika ekspor konten semakin masif, pendapatan industri dracin pun melonjak tajam, menjadikan tahun 2025 sebagai tonggak sejarah baru bagi hiburan Tiongkok di panggung dunia.