Dalam wawancara dengan Fox News Digital pada Senin (27/10/2025), pakar kerajaan Inggris Hilary Fordwich mengungkap bahwa pasangan pewaris takhta itu tengah âmenjalankan kepemimpinan tanpa toleransiâ terhadap perilaku yang dapat mencoreng nama baik kerajaan.
âRencana kepemimpinan tanpa kompromi William dan Catherine sudah mulai mengubah dinamika internal di keluarga kerajaan,â ujar Fordwich.
Ia menambahkan bahwa keduanya aktif mengendalikan krisis dan menegakkan disiplin ketat demi melindungi masa depan monarki.
Langkah keras ini muncul setelah muncul kembali tuduhan terhadap Pangeran Andrew yang selama ini dikaitkan dengan jaringan perdagangan seks mendiang Jeffrey Epstein. Menurut penyiar Inggris Helena Chard, Pangeran William merasa tidak puas dengan cara kasus sang paman ditangani selama ini.
âWilliam melihat ke depan dengan pendekatan yang berorientasi pada solusi. Ia lebih tegas dibanding ayahnya, Raja Charles III,â ujar Chard.
âDia tahu betapa cepatnya reputasi bisa rusak, dan kini ingin menghentikan skandal itu sebelum membesar.â
Hubungan William dan Andrew Memanas
Sumber dalam kerajaan menyebut, William merasa lebih mudah bersikap tegas terhadap pamannya dibandingkan Raja Charles yang harus berhadapan dengan saudaranya sendiri.
âWilliam menilai ayahnya terlalu lama bersikap lunak, karena itu ia ingin menyelesaikan masalah ini dengan cepat,â imbuh Chard.
Pakar kerajaan Richard Fitzwilliams bahkan menyebut kebijakan William terhadap Andrew dan mantan istrinya, Sarah Ferguson, sebagai langkah âbumi hangusâ untuk menjaga kehormatan kerajaan.
âWilliam menginginkan pemutusan hubungan yang cepat dan bersih dengan Andrew sebelum keadaan semakin memburuk,â katanya.
Sementara itu, Ian Pelham Turner, pakar kerajaan lainnya, menyebut tekanan untuk menyingkirkan Andrew dari lingkar kerajaan kini âsangat besarâ.
âHari-hari Andrew dan Sarah di Royal Lodge tampaknya tinggal menghitung waktu,â ujarnya.
Andrew dan Ferguson, yang bercerai pada 1996, resmi kehilangan gelar kerajaan mereka pekan lalu setelah tuduhan baru muncul terkait jaringan Epstein. Dalam pernyataannya, Andrew menyebut tuduhan tersebut âmengganggu pekerjaan Yang Mulia Raja dan keluarga kerajaan,â serta menyatakan tidak akan lagi menggunakan gelar kehormatan apa pun.
Pertaruhan Besar untuk Monarki
Pangeran Andrew sebelumnya telah mundur dari tugas kerajaan sejak 2019 usai wawancara kontroversial dengan BBC terkait tuduhan pelecehan seksual terhadap Virginia Giuffre.
Meskipun kasus tersebut diselesaikan di luar pengadilan pada 2022 senilai 12 juta dolar AS, kini tuduhan baru kembali muncul termasuk dugaan bahwa Andrew meminta informasi rahasia soal Giuffre melalui petugas keamanan.
Sebagai tanggapan, Pangeran William disebut telah melarang Andrew menghadiri seluruh acara kerajaan, termasuk upacara penobatannya.
Langkah ini menunjukkan tekad kuat pasangan Wales untuk menjaga citra monarki yang modern, disiplin, dan bebas skandal. Namun di sisi lain, masa depan putri-putri Andrew, Beatrice dan Eugenie, kini dipertanyakan.
âMereka sempat dipertimbangkan untuk mengambil peran resmi, tapi kemungkinan itu kini semakin menipis,â tutur Fitzwilliams.
Di bawah kendali William dan Kate, satu pesan jelas tersampaikan: tidak ada ruang untuk kontroversi di balik mahkota Inggris bahkan jika itu berarti harus menyingkirkan anggota keluarga sendiri.