Jepang Catatkan Sejarah Wanita Perdana Menteri Pertama
Rabu, 22 Okt 2025, 11:24 WIBTOKYO - Jepang mencatatkan sejarah dengan terpilihnya Sanae Takaichi sebagai Perdana Menteri wanita pertama di negeri Sakura, pada hari Selasa (21/10). Takaichi yang juga pemimpin Partai Demokrat Liberal atau Liberal Democratic Party (LDP) yang berkuasa, memenangkan suara di majelis rendah.Â
Perdana Menteri Jepang kelima dalam beberapa tahun akan meÂmimpin pemerintahan minoritas dan memiliki agenda penting, terutama kunjungan terjadwal oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump minggu depan.
Majelis rendah parlemen menunÂjuk Takaichi, seorang pengagum MarÂgaret Thatcher, sebagai perdana menÂteri pada hari Selasa, setelah ia secara tak terduga memenangkan mayoritas tipis dalam putaran pertama pemuÂngutan suara. Takaichi akan resmi menjabat setelah bertemu dengan Kaisar Jepang.
Mantan drummer heavy metal itu pada 4 Oktober menjadi ketua LDP , yang telah memerintah hampir tanpa henti selama beberapa dekade tetapi kehilangan dukungan.
Enam hari kemudian, partai KoÂmeito, yang merasa tidak nyaman deÂngan pandangan konservatif Takaichi dan skandal dana gelap LDP, keluar dari koalisi mereka.
Hal itu memaksa Takaichi untuk membentuk aliansi dengan Partai Inovasi Jepang (JIP) yang reformis dan condong ke kanan, yang ditandaÂtangani pada Senin malam .
JIP ingin menurunkan tarif paÂjak konsumsi makanan menjadi nol, menghapuskan sumbangan perusaÂhaan dan organisasi, serta menguÂrangi jumlah anggota parlemen.
Takaichi berjanji pada hari Senin untuk âmemperkuat ekonomi Jepang, dan membentuk kembali Jepang seÂbagai negara yang dapat bertanggung jawab terhadap generasi mendatang.
âDia orang yang berpikiran kuat, terlepas dari apakah dia seorang wanita,â kata pensiunan Toru TakaÂhashi, 76 tahun, kepada AFP di kampung halaman Takaichi, Nara.
âDia tidak seperti Trump. Tapi dia jelas tentang apa yang benar dan salah.â
Takaichi telah menjanjiÂkan Kabinet dengan jumlah perempuan setara âNordikâ, naik dari dua di bawah perdana menÂteri yang akan lengser, Shigeru Ishiba.
âIni bisa termasuk Satsuki KataÂyama dari sayap kanan yang bertangÂgung jawab atas keuangan dan Kimi Onoda yang berdarah campuran Amerika sebagai menteri keamanan ekonomi,â sebut media lokal.
Pengasuhan Anak
Jepang berada di peringkat 118 dari 148 negara dalam Laporan KesenjangÂan Gender Global 2025 yang dirilis FoÂrum Ekonomi Dunia. Sekitar 15 persen anggota parlemen majelis rendah adaÂlah perempuan, dan dewan direksi perÂusahaan didominasi laki-laki.
Takaichi mengatakan dia berharap dapat meningkatÂkan kesadaran tentang perÂjuangan kesehatan wanita dan telah berbicara terus terang tentang pengalaÂmannya sendiri tentang fase menopause.
- negeri sakura
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.