Tragedi Gagal Khitan, David Reimer Dipaksa Hidup Sebagai Perempuan Hingga Berakhir Tragis

Senin, 13 Okt 2025, 09:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sebuah kesalahan medis di tahun 1965 mengubah hidup seorang anak laki-laki asal Kanada selamanya.

Bruce Peter Reimer, bayi yang lahir sehat pada 22 Agustus 1965, mengalami luka parah pada alat vitalnya akibat prosedur khitan yang gagal menggunakan kauter listrik.

Ket. Foto: Kisah David Reimer hidup dalam jiwa yang salah — Sumber: Facebook History Heaven

Tragedi itu membuat kedua orang tuanya, Janet dan Ron Reimer, putus asa mencari jalan keluar untuk masa depan putra mereka.

Dijadikan Bahan Eksperimen

Seperti dilansir dari laman History Heaven, dalam keputusasaan itu, mereka bertemu seorang psikolog terkenal dari Universitas Johns Hopkins, Dr. John Money.

Ia adalah sosok yang kala itu dikenal karena teorinya bahwa identitas gender sepenuhnya dibentuk oleh lingkungan, bukan faktor biologis. Melihat kasus Bruce sebagai “peluang emas”, Dr.

Money meyakinkan keluarga Reimer untuk membesarkan anak mereka sebagai seorang perempuan.

Dengan keyakinan penuh pada otoritas medis, kedua orang tuanya pun setuju. Bruce diganti namanya menjadi Brenda, dan mulai dibesarkan layaknya seorang anak perempuan.

Eksperimen Perparah Kehidupan

Namun eksperimen ini segera berubah menjadi mimpi buruk. Brenda tumbuh dengan rasa kebingungan mendalam.

Ia menolak mengenakan gaun, tidak tertarik bermain boneka, dan lebih suka bergaul serta beraktivitas seperti anak laki-laki.

Setiap sesi terapi dengan Dr. Money justru memperparah penderitaannya, Brenda sering dipaksa menjalani eksperimen dan diskusi yang tidak pantas dengan alasan pendidikan gender.

Seiring bertambahnya usia, penderitaan psikologis Brenda makin berat. Ia mengalami depresi, merasa tidak cocok dengan identitas yang dipaksakan padanya, dan menjadi korban dari ambisi ilmiah seorang dokter.

Pada usia remaja, akhirnya kebenaran diungkap, Brenda sebenarnya lahir sebagai laki-laki. Fakta itu menjadi titik balik. Brenda pun mengganti namanya menjadi David Reimer, bertekad hidup sesuai jati diri aslinya sebagai pria.

Depresi Berat dan Bunuh Diri

Meskipun berusaha menjalani hidup baru, luka batin masa lalu tidak pernah benar-benar sembuh.

David menikah dan mencoba membangun kehidupan normal, namun trauma serta tekanan psikologis yang menumpuk selama bertahun-tahun terus menghantuinya. Pada 4 Mei 2004, di usia 38 tahun, David Reimer mengakhiri hidupnya sendiri.

Kisah tragis David Reimer kini menjadi simbol peringatan bagi dunia medis dan psikologi: bahwa eksperimen terhadap identitas manusia bukanlah permainan.

Ia meninggalkan warisan pahit tentang batas etika sains dan pentingnya menghormati kodrat biologis serta kebebasan pribadi setiap individu.***

  • David Reimer
  • gagal khitan

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.