Kate Cassidy mengaku bahwa sejak kematian sang kekasih, penyanyi asal Inggris Liam Payne, pada Oktober 2024, hidupnya berubah total. Ia mengatakan sempat terjebak dalam rasa hampa yang begitu dalam dan sulit untuk keluar dari fase duka tersebut.
âAku hanya terus berada dalam keadaan kosong, tidak melakukan apa pun, hanya berusaha menahan rasa sakit itu. Aku benar-benar tidak ingin menjalani hidupku,â ungkapnya dengan suara bergetar, dikutip dari Page Six, Senin (13/10).
Perempuan berusia 26 tahun itu menggambarkan masa-masa setelah kepergian Liam sebagai periode tergelap dalam hidupnya. Namun, di tengah kesedihan yang tampak tak berujung, suatu hari ia tersadar bahwa hidup harus terus berjalan.
âAkhirnya aku sadar, oke, aku harus menjalani hidupku. Aku harus bangun dari tempat tidur,â ujarnya pelan.
Kesadaran itu menjadi titik balik bagi Kate Cassidy. Ia memulai perubahan kecil dengan menata kembali rutinitasnya. Salah satunya dengan memasang alarm agar bisa bangun satu jam lebih awal setiap pagi. Dari langkah sederhana itu, ia perlahan memperbaiki pola hidup dan kesehatan mentalnya.
âAku suka bangun pagi, ikut kelas olahraga, berjalan santai, dan makan lebih bersih. Menjadi aktif membuat pikiranku lebih jernih dan sehat,â kata Kate, menjelaskan bagaimana kebiasaan baru itu menolongnya keluar dari keputusasaan.
Menjelang satu tahun kepergian Liam Payne, Kate mengenang sang kekasih sebagai sosok yang hangat, tulus, dan selalu membawa keceriaan ke mana pun ia pergi.
âDia selalu membuat ruangan terasa hangat dan hidup. Dia sangat manis, lucu, dan begitu tulus. Aku belum pernah bertemu seseorang seperti dia, dan aku rasa aku tidak akan pernah bertemu lagi dengan orang seperti dia,â kenangnya penuh emosi.
Meski duka masih membekas, Kate kini berusaha melihat sisi lain dari kehilangan tersebut.
âDalam satu sisi, aku bersyukur karena dia akan selalu menjadi satu-satunya. Liam adalah orang terbaik yang pernah kutemui,â tutupnya dengan nada penuh haru.
Kisah Kate Cassidy menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, ada perjuangan batin yang sering tak terlihatâdan proses penyembuhan tidak pernah mudah, tetapi selalu mungkin.