Ade Irma Nasution Nyanyikan Lagu 'Gugur Bunga' Setiap Hari Jelang Gugur di G30S PKI, Kebetulan atau Pertanda?

Selasa, 30 Sep 2025, 13:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ade Irma Suryani Nasution, putri bungsu Jenderal Besar Abdul Harris Nasution (AH Nasution), menjadi salah satu korban peristiwa kelam Gerakan 30 September 1965 (G30S PKI).

Gadis kecil yang lahir pada 19 Februari 1960 itu meregang nyawa ketika berusaha melindungi ayahnya dari serangan pasukan yang hendak menculik dan membunuh sejumlah jenderal Angkatan Darat.

Ket. Foto: Ade Irma Nasution yang gugur saat G30S PKI — Sumber: x.com/rubyjaenie

Pada malam nahas itu, Ade Irma yang baru berusia lima tahun terkena tembakan di dalam rumahnya. Ia berada dalam gendongan adik ipar AH Nasution ketika peluru menghantam tubuh mungilnya.

Meski sempat dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, nyawa Ade Irma tidak tertolong. Enam hari setelah penembakan, tepatnya pada 6 Oktober 1965, ia mengembuskan napas terakhir.

Kisah sebelum wafatnya pun menyisakan kenangan yang menyayat hati. Hendrianti Nasution atau Yanti, kakak Ade Irma, mengungkapkan kebiasaan aneh sang adik beberapa hari sebelum tragedi.

Ade Irma, menurut Yanti, kerap berdiri di depan piringan hitam sambil menyanyikan lagu perjuangan "Gugur Bunga".

"Tiap hari dia berdiri di sini, pakai baju coat, sambil menyanyi lagu Gugur Bunga," kenang Yanti dalam sebuah wawancara di kanal YouTube media daring.

Saat dirawat di rumah sakit, Ade Irma sempat berpesan kepada kakaknya agar tidak bersedih. “Kakak jangan nangis, adik sehat,” tutur Yanti menirukan ucapan terakhir adiknya.

Kepada ibunda mereka, Johanna Sunarti Nasution, Ade Irma juga sempat menanyakan kondisi sang ayah yang saat itu menjadi target utama penyerangan. Sikapnya yang tenang membuat keluarga menilai Ade Irma jauh lebih dewasa daripada usianya.

Untuk mengenang pengorbanan Ade Irma, pemerintah membangun monumen di tempat peristirahatan terakhirnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tepat di samping Kantor Wali Kota.

Pada batu nisannya, terukir pesan penuh duka dari sang ayah: “Anak saya yang tercinta, engkau telah mendahului gugur sebagai perisai ayahmu.”

Nama Ade Irma juga diabadikan di berbagai tempat di Indonesia, mulai dari jalan, taman kanak-kanak, hingga panti asuhan. Bahkan, sebuah taman bermain dan rekreasi di Cirebon diberi nama Ade Irma Suryani Nasution sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengorbanannya.

Kisah tragis Ade Irma hingga kini terus dikenang sebagai simbol kepolosan seorang anak kecil yang menjadi korban sejarah, sekaligus lambang keteguhan keluarga besar Jenderal AH Nasution menghadapi masa-masa sulit bangsa.

  • Kisah Ade Irma Nasution
  • Pemberontakan G30S PKI

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.