Dukung Palestina, Paramore Ikut Gerakan Global 'No Music for Genocide'!

Doc: Instagram/@paramore

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Grup musik alternatif asal Amerika Serikat, Paramore, bersama sang vokalis Hayley Williams, resmi menyatakan dukungan terhadap kampanye global 'No Music for Genocide'.

Gerakan ini mengajak musisi di seluruh dunia untuk menolak keterlibatan musik dalam mendukung kekerasan, penindasan, maupun normalisasi konflik kemanusiaan.

Dilansir dari laman Instagram @binarmusik, dengan langkah ini, karya Paramore dan Hayley Williams akan diblokir dari layanan streaming di Israel.

Keputusan tersebut bukan sekadar aksi simbolis, melainkan bentuk protes nyata terhadap kebijakan Israel terhadap Palestina.

Dalam pernyataan gerakan ini, disebutkan bahwa musik tidak boleh dipisahkan dari konteks moral dan kemanusiaan.

Ketika sebuah negara terlibat dalam operasi militer yang menelan banyak korban sipil, pembersihan etnis, hingga represi terhadap aktivis pro-Palestina, maka diamnya para musisi justru dapat dianggap sebagai sikap permisif.

Panjangkan Barisan Menolak Genocide

Keterlibatan Paramore dan Hayley Williams menambah daftar panjang musisi dunia yang lebih dulu mendukung gerakan ini.

Sebelumnya, nama besar seperti Massive Attack, Rina Sawayama, hingga band asal Irlandia Fontaines D.C. sudah lebih dahulu menyatakan sikap serupa.

Kini, bergabungnya Paramore memberi gaung lebih besar karena band ini memiliki basis penggemar global yang kuat, lintas generasi, dan dikenal vokal dalam isu-isu sosial.

Paramore bukanlah band yang asing dengan sikap politik maupun solidaritas kemanusiaan.

Hayley Williams, sebagai sosok utama di balik band, kerap menyuarakan pandangannya terhadap isu feminisme, kesehatan mental, hingga politik dalam negeri Amerika Serikat.

Dengan keterlibatan di 'No Music for Genocide', mereka menunjukkan konsistensi untuk tidak memisahkan musik dari nilai-nilai kemanusiaan yang mereka pegang.

Aksi boikot ini juga menegaskan bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium solidaritas global.

Di tengah situasi Gaza dan Tepi Barat yang terus memburuk, dukungan publik figur dari dunia seni semakin penting untuk menekan opini internasional.

Keputusan Paramore dan Hayley Williams bisa jadi akan menginspirasi musisi lain, khususnya dari generasi muda, untuk menyuarakan sikap yang sama.

Gerakan 'No Music for Genocide' sendiri tidak hanya berfokus pada boikot, melainkan juga mengajak dunia musik untuk lebih kritis terhadap siapa yang diuntungkan dalam distribusi karya.

Dengan semakin banyaknya musisi bergabung, pesan yang hendak disampaikan kian jelas: musik tidak boleh menjadi alat legitimasi bagi kekerasan dan penindasan.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN