Bawa Pergi 11 Porsi Tanpa Bayar, Netizen Balas Zendhy Kusuma dengan Serangan Rating 1 di Usahanya!

Selasa, 23 Sep 2025, 12:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Insiden memalukan yang melibatkan gitaris independen Zendhy Kusuma di restoran Bibi Kelinci Kopitiam, Kemang, Jakarta Selatan, terus berbuntut panjang.

Tidak hanya menjadi bahan perbincangan di media sosial, kini dampak dari peristiwa tersebut merembet ke ranah bisnis yang dikelola oleh musisi tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/nabobrien

Seperti diberitakan sebelumnya, Zendhy datang bersama seorang perempuan yang disebut-sebut berprofesi sebagai psikolog pada Rabu (11/9/2024) malam.

Menurut keterangan pemilik restoran, Nabilah O’Brien, keduanya bertindak tidak sopan saat menunggu pesanan. Karena merasa lama, mereka nekat masuk ke area dapur yang seharusnya hanya boleh diakses karyawan. Situasi semakin memanas ketika karyawan dimaki-maki.

Puncaknya, setelah 11 porsi pesanan selesai disiapkan, Zendhy dan rekannya justru meninggalkan restoran tanpa membayar tagihan yang diperkirakan sekitar Rp500 ribu, meski sudah diingatkan.

Kejadian ini langsung viral setelah Nabilah, yang juga seorang influencer, membagikan kisahnya lewat Instagram Story.

Tidak butuh waktu lama bagi warganet untuk mengungkap identitas pelaku. Investigasi digital netizen menyebut bahwa sosok pria tersebut adalah Zendhy Kusuma, gitaris yang dikenal luas di dunia musik karena pernah berkolaborasi dengan nama-nama besar seperti Andra Ramadhan (Dewa 19), Denny Chasmala, hingga Ron Thal, mantan gitaris Guns N’ Roses.

Selain dikenal sebagai musisi, Zendhy juga memiliki sejumlah bisnis, mulai dari sekolah musik hingga toko alat musik. Namun, reputasi tersebut kini terancam usai publik mengetahui ulahnya.

Sebagai bentuk protes, netizen melakukan aksi review bomb terhadap toko musik dan sekolah yang dikaitkan dengan Zendhy. Di platform Google Maps, rating sejumlah usaha miliknya anjlok akibat banjir ulasan buruk.

Banyak komentar bernada kecaman yang menyinggung insiden di Kemang, disertai pemberian bintang satu.

Gelombang protes digital ini menunjukkan betapa cepatnya opini publik di era media sosial dapat memengaruhi reputasi dan bahkan keberlangsungan bisnis.

Jika tidak segera memberikan klarifikasi atau permintaan maaf resmi, bukan tidak mungkin dampak ekonomi akan semakin besar bagi usaha Zendhy.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perilaku pribadi figur publik sangat erat kaitannya dengan citra profesional, terlebih di era keterhubungan digital yang membuat setiap tindakan bisa diawasi dan direspons secara masif oleh masyarakat.

  • Kasus Bibi Kopitiam
  • gitaris zendhy kusuma

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.