Trump Kembali Perpanjang 3 Bulan Masa Operasi TikTok di AS
Jum'at, 19 Sep 2025, 08:26 WIBWASHINGTON-Â TikTok kembali bias bernafas. Setidaknya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (16/9) menandatangani perintah eksekutif yang memperpanjang masa operasinya di AS selama tiga bulan lagi.
Portal The Tech melaporkan melalui keputusan tersebut, tenggat potensi larangan aplikasi tersebut diundur hingga 16 Desember 2025.
Perpanjangan itu diumumkan setelah tenggat sebelumnya berakhir pada 17 September 2025. Penundaan tersebut menjadi yang ketiga kalinya sejak aturan pembatasan dijadwalkan mulai berlaku pada 19 Januari, sehari sebelum Trump kembali menjabat sebagai orang nomor satu di AS.
Langkah tersebut bertepatan dengan kabar bahwa Washington dan Beijing telah mencapai kesepakatan sementara terkait masa depan operasional TikTok di AS.
Meski detail lengkap belum diungkap, pejabat AS menyebut kesepakatan itu akan memindahkan kendali bisnis TikTok di Amerika kepada kelompok investasi yang dipimpin perusahaan-perusahaan AS.
Kesepakatan final diharapkan tercapai setelah Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan pembicaraan melalui telepon pada 19 September 2025.
Trump pada Selasa, juga menegaskan bahwa sekelompok perusahaan Amerika akan membeli platform media sosial TikTok setelah dirinya mencapai kesepakatan dengan Tiongkok yang mencegah penutupan aplikasi tersebut di AS.
Sehari sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan para negosiator telah mencapai kerangka kesepakatan soal kepemilikan TikTok.
Trump dan Xi dijadwalkan berbicara pada Jumat (19/9) untuk memberikan persetujuan akhir atas perjanjian itu.
Sangat Agresif
Bessent sebelumnya mengatakan, dua belah pihak telah membuat kemajuan baik pada rincian teknis tetapi mencapai kesepakatan pada isu-isu lain akan menjadi tantangan.
âRekan-rekan kami dari Tiongkok telah mengajukan permintaan yang sangat agresif, Kita lihat saja apakah kita bisa mencapainya saat ini. Kita tidak mau mengorbankan keamanan nasional demi aplikasi media sosial,â kata Bessent.
âPerpanjangan batas waktu divestasi TikTok akan sangat bergantung pada bagaimana perundingan berlangsung pada 15 September,â kata Bessent.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer juga mengatakan meskipun masalah TikTok telah terselesaikan, namun hal itu sangat bergantung pada tercapainya kesepakatan pada isu-isu lain.
âDari perspektif Tiongkok, mereka memandang berbagai hal sebagai bagian tak terpisahkan dari potensi kesepakatan TikTok, baik itu tarif maupun langkah-langkah lain yang telah diambil selama bertahun-tahun,â ujarnya.
AS katanya tidak dalam posisi untuk begitu saja menghilangkan setiap tindakan yang pernah diambilnya untuk mencoba menyelesaikan masalah tersebut.
âKita masih harus berjuang keras melalui negosiasi dan diskusi mengenai kesepahaman bersama, dan saya rasa ini bukan saatnya untuk menunda semua hal itu begitu saja,â katanya.
- kendali bisbis
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.