- Home
-
- Entertainment
-
- Gara-gara Lisa BLACKPINK...
Gara-gara Lisa BLACKPINK? Victoria’s Secret Catat Peningkatan Penjualan 3% di Kuartal II 2025
Jum'at, 19 Sep 2025, 14:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Victoriaâs Secret, merek pakaian dalam ternama asal Amerika Serikat, berhasil mencatatkan kinerja positif pada kuartal kedua tahun 2025.
Perusahaan mengumumkan bahwa penjualan naik sebesar 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai 1,46 miliar dolar AS atau sekitar 4,7 sepuluh juta baht.
Pencapaian ini menjadi kabar baik, mengingat sebelumnya sejumlah analis memperkirakan tren penurunan akibat tekanan biaya dan pajak bea cukai.
Laba Melampaui Prediksi
Dilansir dari laman Instagram @thestandarpopp, dalam laporan kinerjanya, Victoriaâs Secret mengungkapkan bahwa keuntungan bersih selama tiga bulan terakhir mencapai 16 juta dolar AS atau kurang lebih 517 juta baht.
Angka tersebut menyalip prediksi pesimistis dari para analis yang semula memperkirakan penurunan lebih tajam, bahkan sempat menilai potensi laba perusahaan bisa tergerus hingga mendekati 100 juta dolar AS (sekitar 3,2 miliar baht) untuk sepanjang tahun.
Dengan performa ini, perusahaan merevisi perkiraan pendapatan tahunannya menjadi 6,41 miliar dolar AS (sekitar 2,07 triliun baht), lebih tinggi dari estimasi awal sebesar 6,3 miliar dolar AS atau sekitar 2,03 triliun baht.
Untuk kuartal ketiga mendatang, manajemen memproyeksikan penjualan berada di kisaran 1,39â1,42 miliar dolar AS atau sekitar 4,5â4,6 juta baht.
Strategi Kepemimpinan Baru
Salah satu faktor yang diyakini memberi dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan adalah pergantian pucuk kepemimpinan.
Hillary Super, mantan CEO Savage X Fenty milik Rihanna, resmi mengambil alih posisi CEO Victoriaâs Secret pada September 2024.
Kehadirannya membawa strategi segar, terutama dalam memperkuat lini merek-merek sister seperti Pink.
Melalui gebrakan ini, Victoriaâs Secret meluncurkan rangkaian lingerie baru serta memperluas lini produk kecantikan, yang disambut baik oleh pasar.
Selain itu, pada April lalu, perusahaan menunjuk Adam Selman sebagai direktur eksekutif sekaligus kreatif.
Desainer ini langsung memperkenalkan koleksi Body by Victoria FlexFactor Bra pada Juli, produk yang ditargetkan menjadi salah satu ikon baru di pasar pakaian dalam.
Kehadiran koleksi inovatif ini memperkuat posisi merek dalam menghadapi kompetisi ketat dari pemain lain di industri fesyen dan lingerie.
Momentum Peragaan Busana Tahunan
Tidak hanya mengandalkan produk, Victoriaâs Secret juga kembali menghidupkan salah satu tradisinya yang sempat berhenti: peragaan busana tahunan.
Tahun lalu, kembalinya Victoriaâs Secret Fashion Show berhasil menciptakan nilai media lebih dari 304,8 juta dolar AS, menurut laporan Launchmetrics.
Tahun ini, acara prestisius tersebut akan kembali digelar pada 15 Oktober 2025 di New York.
Peragaan busana itu dipandang sebagai upaya perusahaan untuk membangun tren, meningkatkan visibilitas merek, serta menjaga kesinambungan momentum positif dari tahun sebelumnya.
Dengan dukungan nama besar para model internasional dan kreativitas dalam pertunjukan, perusahaan berharap nilai media yang dihasilkan dapat melampaui pencapaian tahun lalu.
Prospek ke Depan
Dengan kombinasi strategi kepemimpinan baru, inovasi produk, serta kembalinya panggung peragaan busana tahunan, Victoriaâs Secret tampak optimistis menghadapi sisa tahun 2025.
Meski masih ada tantangan berupa tekanan biaya global dan perubahan perilaku konsumen, perusahaan kini memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk menjaga pertumbuhan.
Peningkatan penjualan 3% di kuartal II ini menjadi sinyal bahwa transformasi yang dijalankan perlahan mulai membuahkan hasil.
Jika tren positif ini berlanjut, Victoriaâs Secret berpotensi mengukuhkan kembali posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri pakaian dalam global.***
- Lisa BLACKPINK
- Victoria’s Secret
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.