Jika NATO Setop Beli Minyak Rusia, Trump Beri Sanksi Berat ke Rusia
Senin, 15 Sep 2025, 11:08 WIBJAKARTA- Washington mengatakan bakal menjatuhkan sanksi berat terhadap Rusia jika semua negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setuju untuk berhenti membeli minyak Rusia dan mengambil langkah serupa, sebagaimana disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Sabtu (13/9) waktu
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump menulis: âSURAT YANG DIKIRIM OLEH PRESIDEN DONALD J. TRUMP KEPADA SEMUA NEGARA NATO DAN DUNIAâ.
âSaya siap untuk menjatuhkan sanksi berat terhadap Russia ketika semua negara NATO telah setuju, dan mulai untuk melakukan hal yang sama, dan ketika semua negara NATO BERHENTI MEMBELI MINYAK DARI RUSSIA,â tulisnya seperti dikutip dari Antara.
Dia menambahkan bahwa komitmen NATO untuk menghadapi Moskow jauh di bawah 100 persen,â dan menggambarkan pembelian minyak Russia yang terus menerus dilakukan oleh "beberapa pihak" sebagai hal yang "mengejutkan."
Dia juga mengusulkan agar NATO, sebagai sebuah kelompok, mengenakan tarif sebesar 50-100 persen terhadap Tiongkok, dengan alasan bahwa negara tersebut memiliki kendali yang kuat, dan bahkan cengkeraman, atas Russia. Dengan tarif yang kuat tersebut, otomatis akan mematahkan cengkeraman Russia.
âIni bukan PERANG TRUMP (ini tidak akan pernah dimulai jika saya Presiden!), ini PERANG Biden dan Zelenskyy. Saya di sini hanya untuk membantu menghentikannya, dan menyelamatkan ribuan warga Russia dan Ukraina,â tulis Trump.
Trump sebelumnya mengancam sanksi sekunder terhadap negara-negara yang membeli minyak Russia jika tidak ada kemajuan untuk mengakhiri perang di Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022.
Dia telah mengenakan tarif tambahan sebesar 25 persen untuk barang-barang India, dengan alasan impor minyak Russia yang terus berlanjut.
Negara-negara G7 dan Uni Eropa memutuskan hubungan dagang dan memberlakukan batas harga minyak Russia, dan sebagai tanggapan, Russia meningkatkan penjualan minyak ke negara-negara seperti Tiongkok dan India.
Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara tersebut telah berjanji untuk menghentikan semua impor bahan bakar fosil Russia pada 2028.
Perundingan Mandek
Gedung Putih sebelumnya menyatakan siap melanjutkan sanksi tahap kedua ke Russia di tengah mandeknya perundingan damai untuk mengakhiri krisis Ukraina.
Saat ditanya oleh seorang reporter apakah dirinya siap untuk melanjutkan ke "tahap kedua terkait sanksi terhadap Russia, ketika bertolak dari Gedung Putih menuju New York, Trump menjawab, "Ya, saya siap." Namun, Trump tidak menjelaskan jawabannya lebih lanjut, demikian warta Xinhua.
Trump menunjukkan sikap semakin pesimistis mengenai peluang untuk menengahi pengakhiran konflik itu dalam waktu dekat atau mempertemukan Presiden Rusia dan Ukraina secara langsung, lapor NBC News pada pekan lalu, mengutip pernyataan dua pejabat senior pemerintah AS.
- donald trump
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.