Ngidam Manis Setelah Makan? Ini 5 Fakta Mengejutkan yang Bikin Kamu Ketagihan Tanpa Sadar!

Ket. Ilustrasi perempuan makan makanan manis

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernah merasa perut sudah kenyang habis makan besar, tapi tetap saja lidah minta sesuatu yang manis? Tenang, kamu tidak sendirian! Banyak orang mengalami hal yang sama, apalagi di malam hari. 

Ternyata, hasrat wajib makan pencuci mulut ini bukan sekadar kebiasaan manja, melainkan ada penjelasan ilmiahnya. 

Para ahli gizi dan penelitian membongkar alasan mengejutkan di balik fenomena ini.

1. Terlalu Ekstrem Menghindari Gula

Mengurangi gula memang baik, tapi kalau terlalu ketat, otak justru merasa kehilangan. Kondisi ini disebut perceived deprivation, yaitu perasaan ada yang kurang meski tubuh tidak kekurangan nutrisi. 

Akibatnya, otak semakin rewel minta gula. “Craving itu respons yang dipelajari. Kalau sesuatu ditahan, otak justru makin menuntut,” jelas Anne VanBeber, PhD, RD, profesor Ilmu Gizi di Texas Christian University.

2. Gula Adalah Obat Bahagia Instan

Tidak heran kalau dessert bikin hati berbunga-bunga. Gula memicu pelepasan hormon serotonin dan dopamin yang memberi efek bahagia. Itulah mengapa banyak orang menutup makan dengan sesuatu yang manis. 

Tapi hati-hati! Efek bahagia itu hanya sesaat, dan konsumsi berlebihan justru bisa membuat kadar dopamin anjlok dalam jangka panjang.

3. Kadar Gula Darah yang Naik-Turun Drastis

Makan nasi atau roti tanpa tambahan protein, serat, atau lemak sehat bisa membuat gula darah melonjak lalu anjlok tajam. Tubuh kemudian berteriak minta gula lagi. 

Hasilnya? Lingkaran setan ngidam manis pun berulang. Solusinya sederhana: pastikan piring makanmu seimbang dengan lauk berprotein, sayuran, dan lemak sehat.

4. Lidah Haus Rasa Baru

Fenomena ini disebut sensory-specific satiety. Setelah puas dengan rasa asin atau gurih, lidah otomatis mencari sensasi berbeda, biasanya manis. 

Untuk mengakalinya, coba kombinasikan berbagai rasa dalam satu kali makan, manis, asam, pahit, asin, hingga umami. Hasilnya, rasa kenyang datang lebih cepat dan konsumsi kalori bisa ditekan.

5. Malam Hari, Puncak Ngidam Manis

Penelitian menunjukkan bahwa ritme sirkadian tubuh memang bikin keinginan makan manis, asin, atau karbohidrat semakin tinggi di sore hingga malam. 

Menurut Joan Salge Blake, RDN, hal ini juga dipicu turunnya kontrol diri akibat lelah secara mental. Inilah alasan kenapa cokelat atau kue sering jadi teman begadang.

Cara Pintar Puaskan Ngidam Tanpa Rasa Bersalah

Sesekali menikmati dessert tidak masalah, asal bijak memilih. Buah segar bisa jadi pengganti sehat. Joan juga menyarankan teh rasa cokelat atau vanila, cokelat panas dengan susu rendah lemak, hingga sorbet dari buah beri beku yang diblender dengan yoghurt.

Jadi, kalau habis makan besar lidahmu teriak "mau yang manis!", sekarang kamu tahu penyebabnya dan cara menyiasatinya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN