Buah Nanas Seharga Tas Gucci? Begini Kisahnya saat Jadi Lambang Kekayaan Abad ke‑17

Ket. Ketika Nanas adalah ‘Gucci’-nya Abad ke‑17: Buah Eksotik yang Membayar Mahal

Doc: Ist.

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Bayangkan sebuah buah tropis, yakni nanas menjadi simbol kekayaan yang sebanding dengan tas Gucci di era modern. Inilah kenyataan yang terjadi di Inggris abad ke-17 dan 18. Buah eksotik ini bukan hanya sulit didapat, tapi menjadi pernyataan gaya yang kuat di kalangan bangsawan dan aristokrat.

Asal Usul & Ketertarikan Royal

Nanas pertama dibawa ke Eropa oleh Kristoforus Kolumbus pada 1493, dan langsung mencuri perhatian istana, bukan karena rasanya, melainkan karena keunikannya. Raja Charles II bahkan menerima nanas sebagai hadiah pada jamuan resmi pada 1668, dan merujuk buah tersebut sebagai “King Pine”.

Simbol Kekayaan yang Ilustratif

Pada abad ke-18, nanas menjadi lambang status sosial tak terbantahkan. Harganya setara dengan membeli rombongan gerobak kuda baru, sekitar £60 pada saat itu yang setara dengan ribuan dolar saat ini. Bahkan, nanas lebih sering dijadikan pajangan daripada dimakan, diletakkan di meja makan hingga membusuk, atau dipinjam untuk pamer sebentar di acara mewah.

Budidaya Mahal & Ritual Sosial

Mereka yang benar-benar kaya tak hanya mengimpor, tapi bahkan membudidayakan nanas di Inggris. Dibutuhkan rumah kaca khusus “pineries” dengan sistem pemanas 24 jam agar nanas bisa tumbuh. Bahkan pekerja kebun tidur di sebelah tanaman demi mencegah kebakaran. Sebagai contoh ekstrem, Earl of Dunmore membangun bangunan berbentuk nanas setinggi 14 meter sebagai simbol prestise, yang sekarang dikenal sebagai Dunmore Pineapple di Skotlandia.

Dari Eksklusif ke Umum

Seiring dengan berkembangnya perdagangan dan teknologi, nanas mulai masuk pasar massal ribuan buah dibawa ke London per tahun di pertengahan 1800-an. Perlahan, status nanas sebagai simbol kekayaan pun memudar, tergantikan oleh buah-buah tropis lain atau dekorasi kekinian.

Kini, nanas mungkin mudah ditemukan di rak supermarket, tapi kisahnya tetap menegaskan bagaimana benda sederhana bisa jadi lambang prestise di masa lampau.

Pandangan tentang Nanas di Indonesia

Simbol Kemakmuran & Keberuntungan. Nanas dalam budaya Tionghoa, khususnya di Indonesia, kerap menjadi simbol keberuntungan dan kemakmuran saat perayaan Imlek. Hal ini dikarenakan dalam dialek Hokkien, kata untuk nanas (“ong lai”) secara fonetis mengandung makna “datangnya keberuntungan”. Di beberapa daerah seperti Cirebon, nanas bahkan sering dijadikan hiasan kertas di rumah maupun meja sembahyang sebagai harapan atas rezeki dan kelimpahan.

Identitas Ekonomi & Pertanian Lokal. Di Subang, Jawa Barat, nanas khususnya nanas madu merupakan komoditas unggulan dan penopang ekonomi lokal. Keberadaannya dijadikan simbol identitas, kerja keras, dan kesabaran masyarakat, bahkan ditetapkan sebagai ikon daerah melalui festival dan Tugu Nanas Subang

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN