Tak Diperingati di Arab Saudi, Begini Tradisi Maulid Nabi di Negara Lain
Jum'at, 05 Sep 2025, 13:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momen keagamaan yang hangat dirayakan di Indonesia. Masjid-masjid dipenuhi jamaah yang berselawat, pengajian digelar di berbagai daerah, hingga tradisi lokal seperti pembagian makanan dan arak-arakan menambah semarak suasana.
Perayaan ini biasanya jatuh pada 12 Rabiul Awal, meskipun sebagian ulama berpendapat kelahiran Rasulullah jatuh pada 8 atau 9 Rabiul Awal. Namun, suasana Maulid Nabi ternyata tidak sama di setiap negara Muslim.
Di beberapa wilayah Arab dan Afrika Utara, perayaan dilakukan meriah, bahkan dijadikan hari libur nasional. Sebaliknya, ada pula negara yang sama sekali tidak menetapkan Maulid sebagai perayaan resmi.
1. Arab Saudi
Di Arab Saudi, Maulid Nabi tidak dirayakan secara nasional. Hal ini dipengaruhi oleh pandangan ulama Salafi yang menolak praktik keagamaan baru di luar Al-Qurâan dan sunah.
Mereka menilai perayaan Maulid termasuk bidah, sebagaimana ditegaskan oleh Mufti Agung Syekh Abdul Aziz Al-Asheikh. Meski begitu, sebagian masyarakat di kawasan Hijaz, termasuk Makkah dan Madinah, tetap memperingatinya secara sederhana dengan pembacaan riwayat Nabi dan berbagi makanan.
2. Mesir
Berbeda dengan Saudi, Mesir justru menjadikan Maulid Nabi sebagai festival budaya dan agama. Sejak masa Dinasti Fathimiyah, masyarakat merayakannya dengan kasidah, zikir, hingga makanan khas seperti halawet al-mawlid (permen kacang manis).
Tradisi lain yang populer adalah permen boneka (arouset al-mawlid) untuk anak perempuan dan permen sultan di atas kuda untuk anak laki-laki. Pemerintah Mesir pun menetapkan Maulid sebagai hari libur resmi.
3. Afrika Utara (Maroko, Aljazair, Tunisia)
Di Afrika Utara, Maulid Nabi juga digelar meriah. Kota Fez di Maroko bahkan terkenal dengan festival musik sufi dan syair pujian Nabi. Begitu pula di Aljazair dan Tunisia, perayaan ini menjadi agenda resmi negara.
4. Kawasan Levant (Yordania, Palestina, Suriah, Lebanon)
Negara-negara Levant memperingati Maulid Nabi dengan khidmat dan religius. Pemerintah biasanya mengadakan acara resmi, sementara masyarakat memenuhi masjid dengan pengajian dan selawat.
5. Irak dan Yaman
Irak dan Yaman turut memperingati Maulid dengan tradisi masing-masing. Di Yaman, kelompok Syiah Zaidiyah (Houthi) bahkan menjadikannya acara nasional dengan pawai besar.
6. Negara Teluk (Qatar, Kuwait, UEA, Bahrain, Oman)
Di sebagian besar negara Teluk, perayaan Maulid Nabi berlangsung terbatas, biasanya hanya berupa pengajian di masjid atau acara kecil komunitas. Namun, Oman menjadi pengecualian karena masih menjadikan Maulid sebagai hari libur resmi.
Meski berbeda cara, satu hal yang sama adalah bahwa peringatan Maulid Nabi, baik dengan festival meriah maupun acara sederhana, selalu dilandasi rasa cinta umat kepada Rasulullah SAW.
- Maulid Nabi Muhammad
- Tradisi Maulid Nabi di Negara Lain
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.