Protes Publik Kian Meningkat, Begini 5 Cara Melindungi Diri Saat Terkena Gas Air Mata di Jalan!

Jum'at, 29 Agu 2025, 06:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aparat kepolisian mulai menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa demonstran di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/8).

Tindakan tersebut diambil setelah situasi memanas akibat adanya lemparan petasan dari arah kerumunan. Kejadian itu memaksa aparat mengambil langkah tegas untuk mengendalikan situasi.

Ket. Foto: Ilustrasi terkena gas air mata — Sumber: Freepik

Gas air mata merupakan senjata kimia yang sering digunakan dalam kondisi kerusuhan atau pengendalian massa. Meski dirancang untuk membubarkan kerumunan, paparan gas ini dapat menimbulkan efek samping serius pada kesehatan, terutama pada mata, pernapasan, hingga kulit.

Senyawa ini umumnya berfungsi mengurangi kemampuan seseorang untuk melihat dan bernapas secara normal, sehingga mereka terdorong untuk meninggalkan area yang terpapar.

Kandungan utamanya meliputi chlorobenzylidene malononitrile (CS) dan chloroacetophenone (CN). Selain itu, beberapa jenis gas pengendali massa juga mengandung bahan lain seperti chloropicrin (PS), bromobenzyl cyanide (CA), dan dibenzoxazepine (CR) yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Dampak Gas Air Mata

Menurut U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gas air mata biasanya tidak mematikan. Namun, paparan dalam jumlah besar tetap berisiko memicu masalah serius. Efek jangka pendek antara lain:

  • Mata: iritasi, air mata berlebihan, pandangan kabur.
  • Hidung: rasa terbakar, bengkak, hidung berair.

  • Mulut: iritasi, sulit menelan, peningkatan air liur.

  • Paru-paru: sesak napas, batuk, dada terasa tertekan.

  • Kulit: ruam hingga luka bakar.

Selain itu, tabung pelontar gas dapat menyebabkan luka bakar karena panas, bahkan menimbulkan cedera serius jika mengenai wajah atau kepala. Dalam paparan berat, dampaknya bisa meningkat hingga risiko glaukoma, kebutaan, luka bakar parah, hingga gagal napas.

Cara Mengurangi Risiko Paparan

  1. Segera menjauh dari lokasi paparan
    Cari udara segar secepat mungkin. Bergerak melawan arah angin agar tidak semakin banyak menghirup gas.

  2. Tutup hidung dan mulut
    Gunakan kain basah, masker, atau baju sebagai pelindung sementara untuk meminimalkan gas yang terhirup.

  3. Lindungi mata
    Jika memiliki kacamata renang, pelindung wajah, atau kacamata safety, segera gunakan agar partikel gas tidak langsung masuk ke mata.

  4. Cuci mata dengan air bersih
    Segera bilas mata menggunakan air mengalir selama 10–15 menit. Jangan gunakan tisu basah karena bisa memperparah iritasi.

  5. Lepas lensa kontak (softlens)
    Jika Anda menggunakan softlens, lepaskan dan buang segera setelah terpapar. Jangan digunakan kembali.

  6. Ganti pakaian
    Lepas pakaian yang sudah terkena gas. Jika memungkinkan, robek atau gunting pakaian agar tidak menyentuh wajah. Simpan pakaian dalam kantong plastik tertutup.

  7. Cuci tubuh dengan air mengalir
    Basuh bagian tubuh yang terkena paparan dengan air bersih. Disarankan mandi menggunakan air dingin minimal 20 menit untuk menghilangkan sisa zat kimia.

  8. Hindari mengucek mata atau menggaruk kulit
    Tindakan ini hanya akan memperburuk iritasi dan membuat zat kimia semakin menyebar.

  9. Gunakan sarung tangan atau pelindung saat membantu orang lain
    Jika membantu orang lain yang terpapar, hindari kontak langsung dengan pakaian atau kulit yang terkena gas.

  10. Segera cari pertolongan medis
    Jika setelah 30 menit gejala tidak hilang atau semakin parah (sesak napas, pandangan kabur, pusing berat), segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

  • Demo Ricuh
  • Tembakan Gas Air Mata

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.