Skandal Voting Jimin BTS: Anak Panti Asuhan Diduga Dieksploitasi Demi Satu Vote di MTV VMAs 2025, Netizen Murka!
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ajang MTV Video Music Awards (VMAs) 2025 kembali memanas, khususnya di kategori Best KPop yang selalu jadi rebutan para fandom.
Tahun 2025, sederet idol besar masuk nominasi, mulai dari Aespa, anggota BLACKPINK, Jennie , Jisoo, Lisa, Rose, Stray Kids, hingga Jimin BTS.
Namun, bukannya sekadar adu kreativitas dalam voting, nominasi ini justru diwarnai skandal memalukan yang bikin jagat maya panas.
Pada 20 Agustus 2025, sebuah unggahan di X (Twitter) mendadak viral dengan lebih dari 1,2 juta views. Isinya, seorang akun mengaku berhasil menambah suara untuk Jimin BTS dengan cara mengajak anak-anak panti asuhan ikut voting. Sebagai imbalan, mereka diberi makanan dan camilan.
Postingan ini sontak membuat banyak orang tercengang. Netizen menyebut cara tersebut sebagai “low class move” alias langkah yang kelewat rendah.
Pasalnya, meski niatnya dianggap “membantu idol,” tapi memanfaatkan anak-anak panti yang notabene dalam posisi rentan demi kepentingan fandom dianggap sangat tidak etis.
Bahkan, setelah unggahan itu mendapat kritik tajam, si pemilik akun berdalih bahwa mereka sudah mendapat izin dari pihak panti asuhan. Lebih jauh lagi, ia mengklaim bahwa anak-anak tersebut tetap melanjutkan voting meski tidak lagi diminta.
Namun, alasan ini sama sekali tidak meredam amarah publik.
Sejumlah komentar pedas langsung menyerbu. Banyak yang menegaskan bahwa memberi makanan sebagai imbalan untuk voting jelas bentuk eksploitasi terselubung.
“Anak-anak dalam posisi seperti itu tidak mungkin menolak, karena takut kehilangan bantuan makanan,” tulis seorang netizen.
Ada juga yang menyebut aksi ini “iblis dalam balutan fandom,” karena rela menodai citra idol dengan cara kotor demi kemenangan.
Rekomendasi juga buat kamu:
Fenomena ini membuat banyak orang kembali mempertanyakan etos kompetisi dalam dunia voting KPop internasional. Selama ini, fans memang dikenal mencari cara kreatif agar idolanya menang, tapi kasus ini dianggap sudah melewati batas moral.
Meski secara aturan MTV tidak melarang metode tersebut, warganet menilai praktik itu justru merusak makna sebenarnya dari ajang penghargaan.
Kini, bukan lagi soal siapa yang pantas menang, melainkan siapa yang rela melakukan cara paling ekstrem demi menambah suara.
Skandal ini bukan hanya bikin fandom lain geram, tapi juga berpotensi mencoreng nama Jimin BTS yang sebenarnya tidak tahu-menahu soal ulah fansnya.
Publik pun berharap agar kasus ini bisa jadi pelajaran, bahwa dukungan tulus tidak seharusnya mengorbankan martabat anak-anak yang seharusnya dilindungi, bukan dimanfaatkan.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Skandal Voting Jimin BTS: Anak Panti Asuhan Diduga Dieksploitasi Demi Satu Vote di MTV VMAs 2025, Netizen Murka! .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!