Mengerikan! Begini Cara Cacing Gelang Hidup dan Berkembang di Tubuh Manusia Hingga Sebabkan Kematian Balita di Sukabumi

Kamis, 21 Agu 2025, 15:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus tragis meninggalnya seorang balita bernama Raya di Sukabumi membuka mata banyak orang tentang bahaya penyakit cacingan yang sering diremehkan. 

Raya diketahui menderita askariasis, infeksi serius yang disebabkan oleh cacing gelang atau Ascaris lumbricoides. Hewan parasit ini tampak sepele, tetapi mampu berkembang biak dalam jumlah besar dan menghancurkan tubuh manusia dari dalam.

Ket. Foto: Cacing gelang Ascaris lumbricoides. — Sumber: pghr.org

Cacing gelang sendiri merupakan salah satu parasit paling menyebar luas di dunia. Betapa mengerikannya, satu ekor cacing betina bisa menghasilkan hingga 200 ribu telur per hari. 

Telur-telurnya mampu bertahan hidup di tanah bahkan dalam kondisi kering, lalu masuk ke tubuh manusia melalui tangan kotor, makanan, atau minuman yang terkontaminasi.

Kehidupan Cacing Gelang dalam Tubuh

Menurut buku Helmintologi dan Protozoologi untuk Kedokteran dan Kesehatan karya Hebert Adrianto, cacing ini dinamakan “cacing gelang” karena bentuk tubuhnya melingkar. 

Tidak seperti cacing mikroskopis lainnya, cacing gelang dewasa bisa dilihat langsung dengan mata telanjang karena ukurannya cukup besar. Cacing ini bisa bertahan hidup di tubuh manusia hingga setahun bila tidak segera dibasmi dengan obat.

Dalam tubuh, cacing gelang hidup secara parasit di usus halus. Kadang mereka tidak menimbulkan gejala sama sekali, sehingga penderita tidak menyadari sudah terinfeksi. 

Biasanya cacing baru terlihat saat ikut keluar bersama tinja. Namun, dalam jumlah banyak, mereka bisa menggumpal membentuk massa bola yang menyumbat usus dan menyebabkan komplikasi mematikan.

Lebih buruk lagi, larva cacing bisa bermigrasi ke paru-paru. Anak-anak yang terinfeksi kerap mengalami batuk terus-menerus karena cacing ini “berjalan-jalan” dalam sistem pernapasan.

Morfologi: Jantan vs Betina

Secara fisik, tubuh cacing gelang berbentuk silindris dengan kulit halus berwarna merah muda pucat saat baru keluar dari tubuh manusia. Begitu terkena udara luar, warnanya berubah menjadi putih.

Cacing betina: panjang 22–35 cm, ekornya lurus dengan ujung membulat.

Cacing jantan: panjang 10–31 cm, ekornya melengkung ke arah perut dengan ujung meruncing. Uniknya, jantan memiliki alat khusus bernama copulatory spikula untuk mencengkeram betina saat kawin.

Bayangkan, jika seekor betina mampu bertelur ratusan ribu butir, betapa cepat populasi parasit ini berkembang dalam tubuh manusia.

Ancaman yang Tak Boleh Diremehkan

Kasus balita Sukabumi adalah bukti nyata bahwa cacingan bukan sekadar penyakit sepele. Jika dibiarkan, cacing gelang bisa menyumbat usus, menyerang paru-paru, hingga menyebabkan kematian. 

Maka, menjaga kebersihan makanan, mencuci tangan, serta pemberian obat cacing secara rutin menjadi langkah wajib yang tak boleh diabaikan.

  • infeksi cacing
  • cacing gelang

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.