Digrebek Polisi, GDragon dan Yang Hyun Suk Bos YG Mendadak Terseret Kasus Hak Cipta 24 Tahun Lalu, Ada Motif Tersembunyi?

Ket. Potret GDragon dan bos YG Entertainment Yang Hyun Suk

Doc: X

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia KPop kembali diguncang! Kali ini, sorotan publik tertuju pada GDragon dan Yang Hyun Suk, bos besar YG Entertainment, yang sedang diselidiki polisi Seoul atas dugaan pelanggaran hak cipta. 

Kasus ini tak main-main, melibatkan lagu yang direkam GDragon saat ia masih berusia 13 tahun, lebih dari dua dekade lalu.

Pada 12 Agustus 2025, Kantor Polisi Seoul Mapo mengonfirmasi penyelidikan dimulai dari laporan seorang komposer berinisial A pada November tahun lalu. 

Ia menuduh YG Entertainment mereproduksi karyanya tanpa izin, memasukkannya ke album live Shine a Light milik GDragon, lalu mendistribusikannya secara komersial.

Menurut laporan TV Report, lagu ciptaan komposer tersebut berjudul G DRAGON diduga diubah menjadi My Age is 13 dan digabungkan dalam medley konser bersama Storm dan Hip Hop Gentlemen. 

Medley itu kemudian masuk dalam album live dengan kredit “My Age is 13 + Storm + Hip Hop Gentlemen + G-Dragon”.

Polisi bahkan sudah melakukan dua kali penggerebekan, termasuk menggeledah kantor pusat YG Entertainment, demi mengumpulkan bukti. 

Namun hingga kini, detail spesifik lagu dan tenggat penyelidikan belum dibuka ke publik. YG Entertainment juga masih bungkam tanpa pernyataan resmi.

Meski kasus ini terlihat serius, reaksi netizen justru penuh skeptisisme. Banyak penggemar mempertanyakan motif gugatan yang muncul lebih dari satu dekade setelah konser berlangsung. 

Mereka menyoroti fakta lagu tersebut tidak pernah terdaftar di Asosiasi Hak Cipta, sehingga tidak menghasilkan royalti resmi.

“Serius? Lagu dari 2001, dibawakan ulang sebentar di konser 2009, baru digugat tahun lalu? Ini jelas kelihatan kayak cari uang pas dia lagi comeback,” tulis salah satu netizen. 

Beberapa bahkan menyebut gugatan ini “terlalu terencana” mengingat popularitas GDragon yang kembali melejit sejak tahun lalu.

Fakta lainnya, rekaman konser adalah bagian dari album live, bukan rilisan studio dan umumnya tidak masuk registrasi hak cipta resmi. Fans pun melihatnya sebagai nostalgia pribadi sang idol, bukan eksploitasi komersial.

Jika tuduhan ini terbukti, kasus ini bisa menjadi tantangan hukum besar bagi GDragon, salah satu ikon KPop paling berpengaruh, dan Yang Hyun Suk, produser legendaris yang membentuk sejarah industri musik Korea. 

Tapi kalau gugatan ini hanya aksi oportunis, bisa jadi malah berbalik merusak reputasi pihak penggugat sendiri.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN