Waspada! Menurut Dermatolog 5 Kombinasi Skincare Ini Justru Bisa Bikin Kulit Iritasi

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Tidak semua kandungan skincare aman digunakan bersamaan. Meski masing-masing punya manfaat besar untuk kulit, beberapa kombinasi justru dapat menimbulkan efek negatif seperti kulit sensitif, iritasi, hingga breakout.

Dermatolog menegaskan pentingnya memahami kandungan yang boleh dan tidak boleh dikombinasikan. Salah-salah, perawatan kulit yang niatnya untuk memperbaiki malah membuat masalah baru.

Menurut American Academy of Dermatology, interaksi bahan aktif dalam skincare bisa memengaruhi pH kulit, merusak skin barrier, dan mengurangi efektivitas formula.

Berikut lima kombinasi skincare yang sebaiknya dihindari, dikutip dari byrdie.com.

1. Vitamin C dan Retinol

Menurut dermatolog Michele Green, M.D., vitamin C dan retinol sebaiknya tidak digunakan bersamaan karena dapat memicu iritasi. Jika ingin memakai keduanya, gunakan vitamin C di pagi hari dan retinol di malam hari. Retinol sebaiknya dihindari pada pagi hari karena meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.

Vitamin C bekerja optimal pada pH rendah (sekitar 3,5), sedangkan retinol membutuhkan pH lebih tinggi (5,5–6). Perbedaan ini membuat keduanya saling mengganggu kinerja saat diaplikasikan bersamaan.

2. Vitamin C dan AHA

Vitamin C adalah antioksidan yang sensitif terhadap pH kulit. Menggabungkannya dengan AHA dapat menurunkan efektivitas penyerapan dan meningkatkan risiko iritasi, terutama pada kulit sensitif.

Walau tetap bisa digunakan di regimen yang sama, penggunaannya harus hati-hati.
Dermatolog menyarankan memberi jeda minimal 30 menit jika ingin memakai keduanya dalam satu rutinitas, atau memisahkannya antara pagi dan malam.

3. Benzoyl Peroxide dan BHA

Keduanya sama-sama berfungsi sebagai eksfolian, namun jika digunakan bersamaan dapat menyebabkan kemerahan dan kulit mengelupas. Sebaiknya, gunakan di waktu berbeda untuk menghindari iritasi sekaligus memaksimalkan manfaatnya.

Benzoyl peroxide bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat, sementara BHA (seperti salicylic acid) membersihkan pori-pori secara mendalam. Jika digabung, kulit rentan kering berlebihan.

4. Benzoyl Peroxide dan Hydroquinone

Meski sama-sama membantu memudarkan noda gelap bekas jerawat, menggabungkan dua bahan ini dalam satu waktu justru bisa mengurangi efektivitas masing-masing.

Tidak ada bukti bahwa penggunaannya bersamaan membuat hasil lebih cepat.
Selain itu, kombinasi keduanya juga berisiko memicu iritasi kulit yang lebih parah, terutama pada kulit sensitif atau setelah terpapar sinar matahari.

5. BHA/AHA dan Retinol

Penggunaan AHA atau BHA bersamaan dengan retinol berpotensi menyebabkan eksfoliasi berlebihan yang memicu iritasi. Selain itu, beberapa formula AHA/BHA tidak stabil jika dipadukan dengan retinol, sehingga sulit terserap ke kulit.

Retinol sendiri sudah memiliki efek eksfoliasi ringan, sehingga penambahan AHA/BHA di waktu bersamaan bisa membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya.

Dermatolog menyarankan untuk memahami waktu dan urutan penggunaan skincare agar manfaatnya maksimal tanpa menimbulkan efek samping. Kulit yang sehat bukan hanya soal produk yang dipakai, tapi juga cara menggunakannya dengan tepat.

Untuk kulit sensitif, mulailah dengan satu bahan aktif, lalu tambahkan yang lain secara bertahap setelah kulit beradaptasi.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN