Sebut Batik Asal Malaysia Saat Promosi Film Fantastic Four, Host Mark O Dea Diserbu Netizen Indonesia

Rabu, 06 Agu 2025, 12:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Film Fantastic Four: First Steps tengah mencuri perhatian dunia. Namun, kali ini bukan karena alur cerita atau akting para pemeran utamanya, melainkan karena... batik.

Ya, kain tradisional khas Indonesia ini mendadak jadi perbincangan internasional gara-gara pernyataan seorang kreator konten asal Malaysia-Inggris, Mark O’Dea.

Ket. Foto: Mark O’Dea Ditegur Netizen Usai Sebut Batik Budaya Malaysia saat Promosi Fantastic Four — Sumber: Instagram.com/markodea8

Insiden bermula saat Mark menghadiri tur promosi Fantastic Four: First Steps di Sydney, Australia. Dalam acara tersebut, ia berkesempatan berinteraksi langsung dengan empat pemeran utama film: Pedro Pascal, Vanessa Kirby, Ebon Moss-Bachrach, dan Joseph Quinn.

Untuk memeriahkan suasana, Mark membawakan oleh-oleh berupa pakaian batik yang warnanya senada dengan poster film tersebut. Namun, perhatian publik bukan tertuju pada gestur pemberian hadiah, melainkan pada cara Mark memperkenalkan batik kepada para bintang Hollywood.

"Yang sedang aku pakai sekarang disebut batik. Ini sangat tradisional di Malaysia dan dibuat dengan cara mewarnai kain menggunakan lilin khusus. Kalian suka?" ucap Mark sambil memperlihatkan kain batik di hadapan para aktor.

Pernyataan itu kemudian tersebar luas lewat potongan video di media sosial dan langsung memicu reaksi keras dari warganet Indonesia. Kolom komentar di akun Instagram Mark (@markodea8) pun dibanjiri protes netizen yang menegaskan bahwa batik merupakan warisan budaya asli Indonesia dan telah diakui oleh UNESCO sejak 2009 sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Banyak netizen merasa bahwa pernyataan Mark menyesatkan publik internasional dan berpotensi mengaburkan asal-usul batik yang sesungguhnya.

Menanggapi gelombang kritik yang datang bertubi-tubi, Mark O’Dea akhirnya buka suara melalui unggahan di Instagram Story. Ia membantah telah mengklaim batik sebagai budaya milik eksklusif Malaysia.

Mark menegaskan bahwa dalam momen tersebut, ia tidak mewakili negara mana pun secara resmi. Ia hanya hadir sebagai kreator konten yang kebetulan mendapat kesempatan bertemu dengan para pemeran film di Sydney.

"Saya tidak sedang menjadi juru bicara negara mana pun. Saya cuma ingin memberikan sesuatu yang berwarna dan bermakna budaya dalam momen spesial itu," ujarnya.

"Saya tidak pernah menyatakan Malaysia sebagai pemilik batik," tulisnya. Ia juga menambahkan bahwa batik memang telah dikenal dan digunakan di Malaysia, dan apa yang ia sampaikan hanyalah bentuk apresiasi terhadap seni kain tradisional tersebut.

Insiden ini kembali membuka perdebatan lama antara publik Indonesia dan Malaysia soal kepemilikan budaya. Meski batik memang dikenal juga di beberapa negara Asia Tenggara, Indonesia selama ini dikenal sebagai pusat perkembangan teknik dan motif batik yang sangat beragam dan sarat makna simbolik.

Pakar budaya menyayangkan bahwa isu budaya masih sering menjadi pemicu ketegangan antarnegara, apalagi ketika disampaikan tanpa kepekaan terhadap konteks historis dan pengakuan resmi.

Sementara itu, Fantastic Four: First Steps tetap melanjutkan tur promosinya, meski insiden ini sempat menggeser fokus perbincangan publik dari film ke perdebatan budaya.

  • Fantastic Four First Steps
  • Batik Malaysia

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.