Terlihat Aman, Namun Makanan dan Minuman Populer Ini Diam-Diam Mengandung Alkohol dalam Jumlah Kecil

Ket. Yogurt dan Roti

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Meski kerap dianggap aman dan biasa saja, sejumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari ternyata mengandung alkohol. Kandungan ini tidak muncul karena penambahan alkohol secara langsung, melainkan sebagai hasil samping dari proses fermentasi yang alami.

Alkohol dalam makanan dan minuman non-alkoholik ini umumnya hadir dalam kadar yang sangat rendah. Sebagian besar tidak bersifat memabukkan dan aman dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Namun, penting bagi konsumen untuk memahami bahwa produk yang tampak “bebas alkohol” tidak selalu benar-benar nol alkohol. Berikut ini beberapa makanan dan minuman populer yang diam-diam mengandung alkohol, seperti dikutip dari Stars Insider, Rabu (23/7).

1. Yogurt

Yogurt dihasilkan melalui fermentasi susu oleh bakteri hidup seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Fermentasi ini tidak hanya menghasilkan asam laktat yang memberikan rasa khas pada yogurt, tetapi juga etanol (alkohol) dalam jumlah kecil.

Kandungan etanol dalam yogurt biasanya sangat minim, kurang dari 0,5% ABV (Alcohol by Volume), sehingga tidak memberikan efek memabukkan dan tetap aman dikonsumsi.

2. Soft Drink atau Soda

Penelitian dari National Institute of Consumption di Prancis tahun 2012 mengungkapkan bahwa beberapa merek soda ternama ternyata mengandung alkohol dalam kadar mikro, yakni sekitar 0,0001%. Alkohol ini berasal dari buah-buahan yang mengalami fermentasi alami dalam proses produksi.

3. Roti

Meski tampak seperti makanan biasa, roti juga mengandung alkohol. Proses fermentasi adonan roti dengan bantuan ragi menyebabkan terbentuknya gas karbondioksida dan juga sejumlah alkohol.

Kandungan alkohol dalam roti bisa mencapai 1,18–1,28% ABV, namun sebagian besar akan menguap saat dipanggang. Meskipun begitu, jejak alkohol tetap bisa ditemukan dalam produk akhir.

4. Cuka

Cuka, terutama jenis cuka fermentasi seperti cuka apel dan cuka anggur, mengandung alkohol sekitar 0,3–0,4%. Kandungan ini muncul dari proses fermentasi etanol menjadi asam asetat. Meski mengandung alkohol, cuka tetap dinilai aman selama digunakan dalam jumlah normal sebagai penyedap rasa.

5. Aneka Saus

Beberapa jenis saus populer seperti saus teriyaki, barbeque, dan kecap asin (soy sauce) juga mengandung alkohol karena proses fermentasi bahan dasarnya. Kandungan alkohol dalam saus bisa mencapai 1,5–2% ABV, tergantung pada produsen dan teknik fermentasinya.

Kecap asin, misalnya, dibuat dari fermentasi kedelai, garam, dan air proses yang mirip dengan pembuatan bir. Oleh karena itu, kecap bisa memiliki kandungan alkohol yang signifikan meski tidak terdeteksi secara kasat mata.

Makanan dan minuman yang mengandung alkohol bukan berarti otomatis berbahaya atau haram dikonsumsi, tergantung pada nilai kandungannya serta konteks penggunaannya.

Namun, penting untuk menyadari kehadiran alkohol tersembunyi ini, terutama bagi individu yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap alkohol karena alasan medis, kepercayaan, atau gaya hidup.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN