Alasan Dedi Mulyadi Kukuh Larang Study Tour Sekolah di Jawa Barat: 'Lebih Baik Dihujat, Asal Bisa Selamatkan Warga!'
Rabu, 30 Jul 2025, 11:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melarang kegiatan study tour di sekolah-sekolah wilayahnya menuai pro dan kontra.
Meski disambut kritik dari sebagian pihak, Dedi menyatakan dirinya tetap teguh pada keputusan tersebut demi alasan keselamatan para siswa.
"Kalau sudah celaka seperti yang terjadi di Depok, siapa yang bertanggung jawab? Saya juga. Mending saya dihujat oleh sebagian orang, asal saya bisa menyelamatkan semuanya," ujar Dedi Mulyadi.
Keselamatan Jadi Alasan Utama Larangan
Kebijakan ini mencuat usai sejumlah insiden kecelakaan yang melibatkan rombongan pelajar dalam kegiatan study tour. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keselamatan siswa merupakan prioritas utama pemerintah daerah, dan larangan ini merupakan bentuk konkret dari tanggung jawab tersebut.
Meski disadari akan menimbulkan kontroversi, Dedi memilih bersikap tegas. Ia menyebut bahwa bentuk kasih sayang sebagai pemimpin tidak hanya soal popularitas, tetapi tentang mencegah risiko yang bisa terjadi pada masyarakat, terutama anak-anak sekolah.
Lebih lanjut, Dedi menyoroti bahwa kegiatan study tour yang selama ini dilakukan cenderung menjauh dari tujuan edukatif. Ia bahkan menyebut sebagian besar hanya menjadi ajang rekreasi, bukan proses pembelajaran yang bermakna.
"Study itu belajar, tour itu bepergian. Tapi selama ini yang disebut study tour itu seperti piknik ke Jogja atau Solo. Itu bukan belajar," ungkapnya.
Dorongan untuk Kreativitas Guru
Sebagai alternatif, Dedi mendorong para guru dan pihak sekolah untuk lebih kreatif dalam menyusun program pembelajaran di luar kelas. Ia menyarankan kegiatan yang membangun karakter dan memberi dampak langsung bagi siswa maupun lingkungan.
Beberapa contoh yang ia usulkan meliputi:
-
Membersihkan sampah di sungai
-
Kunjungan ke laboratorium sains atau teknologi
-
Pelatihan seni dan budaya lokal, seperti belajar tarian tradisional
Menurut Dedi, kegiatan semacam ini lebih bermanfaat dalam membentuk nilai sosial, kepedulian lingkungan, dan apresiasi budaya, hal yang sejalan dengan semangat pendidikan karakter.
Di tengah gelombang kritik, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ia tidak akan mundur dari kebijakan tersebut. Ia menilai keputusan ini sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian seorang pemimpin terhadap masyarakatnya.
"Kadang kita harus memilih: disukai atau melindungi. Saya memilih melindungi," tutupnya.
- Alasan KDM Larang Study Tour
- Dedi Mulyadi Larang Study Tour
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.